•   Sabtu, 28 Maret 2020
Gas Dan Bumi

Ratusan Warga Hadiri Sosialisasi Survei Seismik 3D PT. PHE TEJ

( words)
PT. Pertamina Hulu Energi Tuban East Java (PHE TEJ) kembali melakukan sosialisasi survei Seismik 3D di balaidesa Tuwiriwetan Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban, Sabtu (3/08).


SURABAYAPAGI.COM, Tuban- PT. Pertamina Hulu Energi Tuban East Java (PHE TEJ) kembali melakukan sosialisasi survei Seismik 3D di balaidesa Tuwiriwetan Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban, Sabtu (3/08).

Dalam sosialisasi tersebut turut dihadiri kurang lebih 100 warga dari undangan warga setempat yang lahanya terkena patok lintasan seismik, Tokoh masyarakat, Pemerintahan desa Tuwiriwetan dan Forkopimca kecamatan Merakurak.

Novian Kurnia Putra selaku Humas survei Seismik dalam sosialisasinya menjelaskan jika ada tiga tahap survei seismik, yang pertama adalah pemetaan lokasi (Topografi), kedua adalah melakukan pengeboran dan selanjutnya akan dilakukan perekaman melalui alat sensor.

"Nanti ada 3 tahap survei. Lokasi yang menjadi titik pengeboran akan diberi patok bertanda warna merah, sedangkan nanti yang patok biru untuk dipasang kabel sensor untuk mengukur kandungan minyak"

Novian juga menambahkan, jika pengeboran yang dimaksud bukan dengan skala besar, besar pengeboran hanya berdiameter 10 centimeter dengan kedalam maksimal 30 meter.

Saat disinggung mengenai adanya lokasi yang berada disamping bangunan, ia menjelaskan jika nanti tetap dilakukan pengeboran tetapi lokasinya akan dirubah dengan radius tertentu agar bangunan tersebut tetap aman.

"Jika nanti ada patok merah yang berlokasi didekat bangunan, pengeboran akan kami geser 100 meter dari bangunan, sehingga tetap aman" pungkasnya.

Nur Hasyim (55) salah seorang warga yang hadir dalam sosialisasi tersebut mengatakan jika sebelumnya ia merasa khawatir dengan adanya survei Seismik oleh PT. PHE TEJ, tapi setelah mendengarkan paparan sosialisasi ia mengatakan jika kekhawatiranya sudah mulai berkurang.

"Awalnya khawatir. Tapi tadi setelah saya mendengar sosialisasi sekarang sudah berkurang. Semoga saja tidak ada apa- apa nantinya"

Berita Populer