•   Minggu, 5 April 2020
Ekonomi China

Rebutan Tahta, Jianwen Tewas Dibakar Pamannya Sendiri

( words)
Zhu Yunwen atau Kaisar Jianwen. SP/WIK


Napak Tilas Kekaisaran Dalam Dinasti China Kuno (18)
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Terlahir dengan nama asli Zhu Yunwen, Jianwen didapuk sebagai kaisar setelah pemilihan rumit. Seperti layaknya kekaisaran, seorang putra mahkota harus dipilih sejak awal oleh sang kaisar sendiri untuk kemudian menggantinya bertahta. Pada saat itu, ayahnya,Zhu Biao anak sulung Zhu Yuanzhang yang seharusnya mewarisi tahta mati muda sebelum sempat menjadi kaisar. Karena itu hak waris atas tahta jatuh kepada cucu Zhu Yuanzhang, Zhu Yunwen dengan diberi gelar Jianwen.

Namun, dalam pendapukan ini Dinasti Ming dipenuhi dengan kerumitan. Karena pada mulanya, bukan Zhu Yunwen yang menjadi kaisar, melainkanZhu Di karena terkesan akan bakatnya setelah mampu melengkapi puisi lebih baik dibanding Zhu Yunwen. Namun sejumlah menterinya yang menganut prinsip anak sulung berhak mewarisi tahta menyatakan keberatannya sehingga Zhu Yuanzhang terpaksa tetap menyatakan Zhu Yunwen sebagai penerusnya.

Dalam perjalanan hidupnya, Jianwen dilaporkan telah tewas membakar diri di istananya bersama seluruh anggota keluarganya. Tidak banyak hal yang diketahui mengenai Kaisar Jianwen, karena banyak catatan mengenai dirinya telah dimusnahkan oleh pamannya, Zhu setelah naik tahta sebagai Kaisar Yongle.

"Berdasarkan sejarah, Jianwen dalam memerintah diselimuti perseteruan-perseteruan dengan pamannya tersebut, paman Zhu Di. Hingga akhirnya muncul desas-desus bahwa perseteruan itulah yang menjadikan Jianwen tewas di tangan pamannya, Zhu" kata sejarahwan.

Perseteruan itu terjadi ketika dalam masa pemerintahannya dia berusaha mengurangi kekuasaan para raja, termasuk pamannya Zhu Di yang saat itu bergelar Raja Yan. Ketika hari pemakaman kakeknya, Jianwen mengeluarkan perintah agar para raja muda tidak datang keNanjing (ibu kota Ming pada saat itu) untuk menghadiri pemakaman.

Sebagai anak berbakti, Zhu Di tidak mengindahkan perintah ini dan tetap berangkat ke Nanjing. Mengetahui hal ini, Jianwen langsung memerintahkan pasukannya di Huai’an (sekarangJiangsu) untuk menghadang pamannya dan memerintahkannya kembali ke daerahnya. Sejak saat itulah permusuhan antara paman dan keponakan itu mulai membara.

Zhu Di diam-diam melatih pasukannya dan tak lama kemudian menyatakan perang terhadap Jianwen, keponakannya. Peristiwa ini dikenal dalam sejarah sebagaiInsiden Jingnan.

Bulan Juni 1402, pasukan Zhu Di berhasil menduduki Nanjing. Jianwen sendiri dilaporkan telah tewas membakar diri di istananya bersama seluruh anggota keluarganya. Tidak banyak hal yang diketahui mengenai Kaisar Jianwen, karena banyak catatan mengenai dirinya telah dimusnahkan oleh pamannya, Zhu Di setelah naik tahta sebagai Kaisar Yongle.

Meskipun secara resmi Jianwen dinyatakan telah tewas terbakar, tetapi ada catatan sejarah tidak resmi menyebutkan bahwa Jianwen menjadibiksu setelah terusir dari istana. Ada sebuah puisi yang dicurigai ditulis Jianwen setelah kejatuhannya, tetapi kebenarannya masih simpang siur. Kabar lain mengatakan Jianwen kabur ke sekitarAsia Tenggara, sehingga di kemudian hari Zhu Di mengirimkanZheng He untuk melakukan ekspedisi keliling dunia dengan salah satu misi melacak jejak keponakannya yang misterius ini.

Bulan Juni 2006 seorang penelitiTiongkok menemukan jejak Kaisar Jianwen. Diyakini bahwa setelah digulingkan, Jianwen hidup menyepi di Gunung Sanqing di ProvinsiJiangxi sebagai seorangTaois dengan nama Zhan Biyun (詹碧云). Setelah meninggal dia juga dimakamkan di gunung itu.

Selain itu, desas-desus beredar di ibu kota. Konon kaisar Jianwen tidak bunuh diri tetapi ia memanfaatkan kekacauan akibat kebakaran istana untuk merarikan diri bersama sejumlah pelayan dan kasim melalui terowongan bawah tanah yang membawa mereka keluar dari kota.

Berita Populer