•   Selasa, 17 September 2019
SGML

Reka Ulang Pembunuhan Mar'atus Sedot Perhatian Warga

( words)
Rekonstruksi pembunuhan Mar'atus Sholikhah dikawal ketat petugas kepolisian Polres Gresik. Untuk mencegah amarah warga terhadap pelaku. (SP/MIS)


SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Rekonstruksi tersangka Muhammad Choirul (39) pelaku pembunuhan janda tanpa anak Mar'atus Sholikah (37), di Jalan Sindujoyo 18/89 Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menyedot perhatian warga. Hingga petugas memasang police line agar memudahkan jalannya rekonstruksi. Bahkan beberapa warga sempat memberikan bogem mentah ke arah pelaku saat di bawah petugas di tempat kejadian perkara (TKP).
Rekonstruksi berjumlah 13 adegan yang dilakukan oleh pelaku, pada adegan ke 10 pelaku mencekik leher korban sambil menutup wajahnya dengan bantal. Sehingga, korban tidak bisa bernafas dan meregang nyawa. Dengan wajah pelaku yang ditutupi mengundang penasaran warga yang ingin melihat pembunuh keji tersebut.
Diterangkan Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Gresik, Iptu Suparmin, rekontruksi ini dilakukan guna melengkapi berkas perkara kasus 365 KHUP. Yakni, pencurian yang disertai dengan kekerasan yang berakibat hilangnya nyawa seseorang.
"Kasus ini berawal dari korban Mar'atus Sholikhah yang meninggal namun keluarga curiga karena ada unsur kekerasan yang dialami korban. Dari informasi itu, kami membongkar makam korban, dan memang benar ada unsur kekerasan dalam diri korban," kata Iptu Suparmin, Kamis (4/1/2018).
Suparmin menambahkan keterlibatan pelaku pada kasus ini karena yang bersangkutan sebelum kejadian melakukan komunikasi. Awalnya, pelaku hanya ingin menguasai ponsel korban tapi kepergok selanjutnya mencekik leher korban sambil menutup wajah korban dengan bantal. Menurut keterangannya, korban dan pelaku merupakan teman sejak kecil.
Sebelumnya diwartakan Surabaya Pagi, Satreskrim Polres Gresik membongkar kasus meninggalnya Mar'atus Sholikhah yang ditemukan saudaranya terbujur kaku di atas kasur pada 12 Desember lalu. Korban meninggal dunia akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) yang dilakukan oleh Muhammad Choirul yang berprofesi sebagai ojek perahu sekaligus teman korban sejak kecil. Pengakuan pelaku hanya ingin meminta handphone korban yang rencananya akan diberikan ke teman wanitanya.
Terungkapnya kasus curas ini bermula, polisi mencurigai adanya tindak pidana curas kendati korban telah dimakamkan oleh keluarganya. Kecurigaan polisi semakin terang. Pasalnya, saat jenazah korban dimandikan. Warga yang memandikan melihat luka lebam merah di sekitar leher korban. Sehingga, keluarga korban menduga Mar'atus Sholikhah adalah korban pembunuhan, dan selanjutnya keluarga korban melaporkan kejadian ini ke polisi. Mis

Berita Populer