•   Selasa, 19 November 2019
Perbankan

Rekrut Dirut Bank Jatim, sebelum RUPS

( words)
Khofifah Indar Parawansa


SURABAYA PAGI, Surabaya - Setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menolak Dirut Bank Jatim hasil rekrutmen internal dan hasil RUPS, Gubernur Khofifah Indar Parawansa meminta agar segera dilakukan rekrutmen ulang. Namun ia menyebutkan bahwa penolakan OJK terhadap direksi yang diajukan lantaran tak lolos fit and proper test adalah hal yang biasa dan lumrah.

"OJK punya tim yang independen dan profesional dan kasus penolakan semacam ini sudah pernah terjadi di sejumlah BPD, bahkan di Jawa Barat yang skala asetnya dua kali lipat dari Jawa Timur," cetus Khofifah, Kamis (31/10) kemarin.

Selain Jawa Barat, kasus serupa dimana direksi atau komisaris tak lolos fit and proper test juga terjadi di DKI Jakarta juga Riau. Untuk Riau bahkan posisi usulan Komut yang dinyatakan tidak lolos uji kelayakan dan kepatutan.

"Jadi ini natural saja. Jangan mikir yang aneh-aneh," imbuh Khofifah.

Lebih lanjut ia menyebut rekrutmen ulang akan dilakukan Bank Jatim dalam waktu dekat. Namun akan dibahas lebih lanjut apakah ada perubahan sistem rekrutmen ataukah tidak. Terutama untuk assessment OJK apakah diubah menjadi dilakukan sebelum RUPS ataukan sesudah RUPS seperti sebelumnya. "Kalau saya ditanya sebelum atau setelah RUPS, untuk ke depan, saya pribadi, lebih memilih assessment OJK dilakukan sebelum RUPS. Karena kalau assessment setelah RUPS, takut secara psikologi itu ada beban, jadi sebaiknya sebelum," ucap Khofifah.n arf

Berita Populer