•   Senin, 6 April 2020
Ekonomi Global

Relokasi Perusahaan di China ke Kawasan Asia Tenggara

( words)
salah satu perusahaan yang akan pindah pabrik. SP/Trb


SURABAYAPAGI.com – Perusahaan yang memiliki produksi di China mulai merelokasi usahanya keluar dari China. Negara kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia, Vietnam, Thailand menjadi Negara rujukan wacana relokasi tersebut.

Hal itu disebabkan perang dagang yang berkecamuk dan belum terlihat tanda tanda akan berakhir. Sanksi bea tinggi untuk produk asal China memaksa perusahaan perusahaan tersebut untuk angkat kaki dari China.

Perusahaan yang banyak melakukan relokasi menurut Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal adalah perusahaan-perusahaanhigh technology. Perusahaan-perusahaan tersebut tentu memiliki pertimbangan, terutama soal infrastruktur.

"Yang dibutuhkan mereka itu seperti jalan dan pelabuhan untuk transportasi, lalu listrik. Apalagi industri hi tech ini sangat bergantung pada listrik. Selanjutnya adalah koneksi internet," kata Faisal Dilansir dari Kontan.co.id pada Jumat (9/8).

Dibandingkan dengan Indonesia, tiga negara tersebut dipandang Faisal lebih stabil. Itu yang menjadi pertimbangan perusahaan-perusahaan China untuk melakukan relokasi bukan ke Indonesia.

Hal lain yang menjadi sorotan adalah dari sisi harmonisasi tax atau aturan perpajakan. Malaysia banyak menerapkan bebas biaya masuk untuk bahan baku. Ini menjadi keuntungan bagi perusahaan-perusahaan multinasional yang sangat bergantung pada lalu lintas ekspor impor.

"Misal untuk berbelanja bahan baku dari negara lain. Kan tidak pasti semua yang mereka dapatkan ada di daerah relokasi. Kalau bebas biaya masuk itu sangat menguntungkan," tambah Faisal.

Selain itu, lingkungan sosial juga diperhatikan oleh perusahaan-perusahaan tersebut. Perusahaan multinasional membutuhkan iklim yang terbuka dengan budaya mereka. Malaysia merupakan negara yang dipandang tepat.

Pertama, Malaysia juga terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, banyak komunitas multiras di Malaysia, termasuk China. Jadi itu dipandang memudahkan untuk branding.

Berita Populer