•   Rabu, 11 Desember 2019
Kriminal

Residivis, Dua Bandit Jalanan Kembali Berulah

( words)
Dua bandit berwajah sangar, Sultan Agung (36) dan Rudianto (40) Mendekam di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Senin (07/01). Keduanya merupakan kawanan jambret yang kerap menyasar perempuan. Foto: SP/JULIAN


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Wajah sangar dua bandit jalanan asal Surabaya ini tetap terlihat, meski keduanya telah ditangkap. Sorot mata mereka seakan memberi pesan tidak gentar. Garis wajah tegas, menambah angker penampilan dua bandit residivis ini.
Dalam kondisi tak berdaya dengan dua kaki tertembus peluru, kesan kejam masih sangat kuat di aura dua pelaku jambret ini. Sekali masuk penjara tak buat mereka jera. Keduanya adalah Sultan Agung (36) dan Rudianto (40). Mereka berasal dari kampung yang sama, Simomulyo Baru Surabaya.
Mereka adalah kawanan jambret yang kerap menyasar perempuan. Wilayah aksi mereka juga cukup banyak. Ada dijalan Diponegoro, Arjuno, Dukuh Kupang, Mayjend Sungkono dan Tidar.
Terkahir, dua pelaku ini menjambret handphone milik wisatawati domestik asal Bandung yang menginap di seputar jalan Tidar Surabaya. Saat itu, korban berada di pinggir jalan dengan menenteng handphonenya menuju sebuah minimarket. Tanpa disadari, dua pelaku ini memepet korban dari arah belakang-samping kanan dan langsung merampas handphone Iphone 7 miliknya.
Korban yang kaget, spontan berteriak. Namun pelaku berhasil lolos karena saat itu kondisi jalan sedang sepi. "Saya bingung dan akhirnya melapor ke Polrestabes Surabaya, sekitar satu jam dari kejadian," kata korban saat ditemui di Gedung Anindita Polrestabes Surabaya.
Pasca laporan diterima, korban dengan pesimis kembali ke penginapan. Namun, siapa sangka, satu jam berikutnya, korban mendapat telepon dari kepolisian yang menyebut jika handphone kesayangannya itu sudah ditemukan, dan dua pelaku diringkus.
Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti menuturkan penangkapan dua residivis kejahatan jalanan itu kepada awak media.
"Kami terima laporan yang menyebutkan ciri-ciri helm, pakaian dan jenis kendaraan pelaku. Saat itu tim bergerak cepat menyisir seputaran lokasi. Ada beberapa petunjuk yang mengarah pada dua pelaku, termasuk alamat rumah pelaku. Akhirnya, sebagian tim menyasar ke rumahnya. Dan benar saat itu kedua pelaku beserta barang bukti kita temukan," kata Bima, Senin (7/1).
Dua pelaku itu mencoba kabur saat ditangkap. Bahkan, sempat ada aksi kejar-kejaran. Polisi yang sudah memberikan tembakan peringatan tak digubris. Dua pelaku yang bengis ini pun terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan yang mengarah di dua kakinya.
Rudianto, salah satu pelaku yang juga eksekutor saat beraksi itu mengaku jika ini sudah kali keempat ia dan Sultan beraksi. Pria yang sehari-hari berdagang sayur itu tak jera meski sempat merasakan dinginnya lantai penjara. "Empat kali mas, uangnya buat jajan sama dia (Sultan). Sasarannya perempuan. Kadang dapat handphone, kadang dompet, gak mesti mas," aku pria bertato itu.
Saat ini, polisi kesulitan mengembangkan terhadap kemungkinan pelaku lain di kelompok ini, sebab keduanya sama sekali tak kooperatif saat polisi mencoba menggali informasi kelompok mereka.

Berita Populer