•   Selasa, 12 November 2019
Otonomi Daerah

Ria Enes Pukau Emak-emak Lamongan di Perayaan Harganas

( words)
Ria Enes bersama bonekanya saat menyapa emak-emak Lamongan dalam acara Harganas Lamongan Sport Center (LSC). FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN


SURABAYA PAGI, Lamongan - Perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXVI Kabupaten Lamongan berlangsung cukup meriah. Selain ditampilkan 27 Lapak UKM yang menjual berbagai macam makanan ringan, Hargnas yang berlangsung di Lamongan Sport Center, Selasa (6/8/2019) ini juga dihadiri oleh Ria Enes yang tampil bersama boneka Suzan, yang memukau emak-emak yang hadir.

Ria Enes yang tampil berkrudung dengan membawa boneka Suzan langsung bikin geer seisi ruangan. Bahkan suara Suzan dengan bonekanya yang diperankan Ria Enes mengemukakan keprihatinannya karena lagu - lagu untuk anak, kian hari kian tergerus.

"Pada 90 an masih ada banyak lagu untuk anak - anak, sekarang sudah hampir tidak ada," kata Susan. Lewat perannya, Susan lalu mengajak melantunkan lagu - lagu anak yang pernah dipopulerkan nya melalui suara peran Susan.

Undangan ternyata banyak merespon ikut melantunkan lagu - lagu yang dibawakan Ria Enes. Undangan seolah tak mau melewatkan momen bersama bintang televisi yang pernah tenar di era 90 an itu.

Sejumlah emak-emak di Lamonganlangsung berebut untuk bersua foto selfi bersama keduaanya. Bahkan tak sedikit emak-emak yang histeris saat Ria Enes menyapa mereka.

Termasuk saat suara Susan menyeruak dengan suara khasnya memanggi nama Bupati Fadeli."Pak Fadeli tolong - tolong, saya dikerumuni," teriak Susan.

Penampilan Ria Enes dan bonekanya, Susan, banyak memberikan edukasi.Bahkan banyak pesan mendidik diantaranya, bu-ibu diminta membatasi anak dengan handphone

Ria Enes langsung berdialog dengan para emak-emak yang sudah sejak lama menunggu dari pagi itu, emak-emak diajak untuk tidak membiarkan anak-anak mereka larut dalam permainan yang ada di ponsel.

"Ibu-ibu setiap hari anaknya dipegangi handphone gak ? Kalau anak kita sudah kecanduan handphone maka akan menjadi anak yang tidak penurut kepada kedua orang tua," kata wanita yang memiliki nama lengkap Wiwik Suryaningsih.

Ria Enes membeberkan efek buruk jika anak sudah kecanduan sama ponsel. Bahkan efek dari bahayanya ponsel, akan berdampak buruk pada pertumbuhan belajar mereka. Anak-anak akan lebih menyukai permainan di ponsel kita ketimbang harus belajar.

Orang tua disarankan agar mendampingi anak-anak mereka menjalani program pemerintah Kabupaten Lamongan yakni 1821, yakni tidak boleh menyalahkan televisi, bermain hanpone pada jam-jam yang sudah ditentukan. "Susan tahu tidak jika Lamonganpunya program 1821, apa itu, program wajib belajar di jam-jam itu," katanya.

Sementara itu Bupati Fadeli mengaku akan terus menciptakan ide-ide atau program unggulan untuk memajukan dunia pendidikan dan mensejahterakan keluarga, seperti program 1821 dimana pencetus gerakan 1821 adalah Lamongan yang sekarang diambil alih Nasional.

"Pencetus gerakan 1821 adalah Lamongan yang sekarang diambil alih Nasional, sehingga Lamongan jangan sampai ketinggalan, harus lebih baik," ungkapnya.

Ditambahkan Fadeli, diantara program keluarga berencana yang sudah dinilai berhasil itu, kesejahteraan di bidang UMKM dan penanganan kasus Stunting. "Angka stunting di Lamongan mencapai 14 persen, insya Allah di 2022 nanti Lamongan akan bebas dari ini semua, saya ucapkan terimakasih kepada kepala UPTD Puskesmas dan kepala desa," ungkapnya.

Menurut Fadeli, stunting, sendiri adalah sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya.

Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun di Lamongan sensus penduduk di tahun 2010 minus 0,02.Itu artinya program keluarga berencana sudah jalan.jir

Berita Populer