•   Selasa, 17 September 2019
Surabaya

Risma: Teknologi Informasi Harus Diimbangi dengan Keamanan Data

( words)
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghadiri seminar data focus cyber security dan forensik, Kamis (8/3). (SP/QOMAR)


SURABAYA PAGI, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghadiri seminar data focus cyber security dan forensik yang diadakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya bekerjasama dengan Universitas Narotama dan negara Kroasia, Kamis (8/3).

Dalam acara tersebut, turut hadir Iswachyu Dhaniarti selaku Rektor Universitas Narotama, Drazen Margareta Duta Besar Kroasia di Indonesia, Goran Oparnica selaku CEO Insig2 dan Esther George dari Rep.from IAP.

Di sela-sela sambutannya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan bahwa teknologi informasi harus diimbangi dengan keamanan data. Sebab, Ia menilai, sebagian besar pencipta software hanya memikirkan cara membuatnya tetapi lupa cara mengamankan data. “Kalau sudah berbicara teknologi, mulai sekarang kita harus peduli dengan pengamanan data-data yang ada,” kata Risma di convention hall Gedung siola lantai IV.

Berbicara soal kepeduliaan, Wali Kota Risma, menginginkan seluruh masyarakat dirasa perlu mengetahui ilmu tentang pengamanan data. “Kalau tidak belajar pengamanannya, nanti akun-akun media sosial akan dibobol kemudian terjerat masalah hukum,” ungkapnya.

Risma mengatakan proteksi yang paling diutamakan saat ini adalah pengamanan data administrasi dan sistem transaksi. Transaksi, kata Risma, tidak hanya uang, tetapi pengurusan administrasi seperti akta kematian dan kelahiran. “Dulu saya pernah menjadi saksi karena ada oknum yang menggunakan data orang meninggal untuk membobol bank,” ungkapnya.

Ke depan, lanjut Risma langkah konkret yang dilakukan pemkot yakni mengadakan seminar-seminar kecil. “Saya minta masyarakat untuk peduli dahulu, nanti kalau masyarakat tertarik akan rutin diadakan seminar-seminar kecil tentang pengamanan data dari hacker,”terangnya. alq

Berita Populer