•   Kamis, 12 Desember 2019
Peristiwa Nasional

Risma Marah Besar, Dua Geng Remaja Hampir Tawuran

( words)
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini


SURABAYAPAGI.COM, Surabaya –Dua kelompok remaja yakni Jawara dan Surabaya All Star diduga akan melakukan penyerangan atau tawuran antarkelompok berhasil diamankan oleh polisi. Awal kejadian terjadinya tawuran dimulai dari salah satu kelompok remaja diduga mendapat informasi bahwa kampung mereka akan diserang oleh kelompok lainnya.

Tindakan kelompok remaja yang terlihat mencurigakan, membuat warga berasumsi akan terjadi tawuran. Akhirnya warga melaporkan hal itu kepada pihak kepolisian. Mendapati laporan tersebut, pihak kepolisian melakukan penyelidikan.

Tak ingin terjadi sesuatu yang buruk kedepannya, Polrestabes Surabaya kemudian mengamankan kedua kelompok remaja tersebut untuk mencegah terjadinya tawuran.

Pemkot yang mendapati laporan tersebut meminta Polrestabes Surabaya untuk mengumpulkan mereka untuk selanjutnya akan diberikan pembinaan oleh Risma di Gedung Mall Pelayanan Public Siola lantai 2, Kamis (10/10/2019).

Risma didampingi Kapolrestabes Surabaya, Kombes POL Sandi nugraha, perwakilan Kodim Surabaya, dan Polrestabes Tanjung Perak saat menemui para remaja yang diamankan itu.

Tidak hanya itu, para orang tua dari remaja juga dihadirkan dalam satu ruangan yang sama.

Risma memarahi para remaja itu karena melakukan perbuatan tidak terpuji, membawa senjata tajam (sajam) sampai akhirnya ditangkap oleh polisi.

"Pernahkah kalian berpikir betapa sedihnya orangtua kalian saat kalian ini tertangkap oleh polisi membawa senjata kemudian di penjara. Pernahkah kalian menghargai orangtua kalian?" bentak Risma.

"Kalian lahir, kalian tidak bisa apa-apa. Bisanya cuma nangis saja. Orangtua kalian menyusui, enggak tidur, bangun terus karena kalian pipis, karena kalian beol. Dibersihkan oleh orangtua kalian," ucap Risma.


Risma mengingatkan apa yang mereka lakukan itu membuat orang tua mereka sedih. Ia juga menambhakan, apa yang sudah mereka capai saat ini adalah berkat kasih sayang dari kedua orangtua.

"Kalian bisa sekolah, kalian bisa membaca, kalian bisa makan sendiri. Tapi ternyata setelah kalian besar, kalian sok jagoan. Seolah-olah kalian paling bisa, paling kuat. Kalian berani melawan siapa pun. Ada yang membawa senjata tajam," kata Risma.


Setelah memarahi para remaja itu, Risma kemudian meminta mereka untuk meminta maaf dan mencium kaki orang tuanya.

Kemudian, Risma meminta anak – anak itu menulis di secarik kertas tentang apa hal yang menjadi keinginan mereka. Tulisan tersebut kemudian diserahkan kepada Risma dan selanjutnya akan dibaca satu per satu.

Setelah selesai, Risma memanggil Kepala Dinas Pendidikan Ikhsan untuk menindaklanjuti apa yang menjadi keinginan dari puluhan remaja itu.

"Sudah, sekarang tidak ada lagi Jawara, tidak ada lagi Surabaya All Star. Kalian boleh jadi Bonek tapi tidak boleh jadi geng yang mengganggu kemanan. Kalian adalah arek-arek Suroboyo," tutup Risma.

Berita Populer