•   Selasa, 17 September 2019
Surabaya

Risma Sempat Dibius Total

( words)
Tri Rismaharini


Alqomar-Solehan Arif,
Wartawan Surabaya Pagi

Setelah dirawat di ruang ICU Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) RSU dr Soetomo, kondisi kesehatan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dikabarkan terus membaik, Kamis (27/6/2019). Ini terlihat dari pernafasan Risma yang awal masuk ICU dibantu 100 persen menggunakan respirator, kini hanya dibantu 60 persen. Bahkan, walikota berusia 57 tahun itu sudah bisa berkomunikasi dengan keluarga. Meski begitu, Risma sempat diistirahatkan dengan dibius total.

Risma didiagnosa asma dan maag akut sehingga dirawat di ICU. 15 dokter menangani Risma. Di antaranya spesialis jantung, penyakit dalam, radiologi, anastesi dan mikrobiologi.

Kepala Instalasi Rawat Intensif dan Reanimasi, RSU dr Soetomo Surabaya, dr Hardiono, Sp.An KIC KAKV mengatakan, Risma yang sedang dirawat di ICU memang memerlukan dukungan fungsi organnya. Namun dia mengatakan, kondisinya saat ini stabil. Saat ini, menurut dia, semua fungsi organ Risma baik. Jantungnya bagus, organ lainnya juga bagus. Demi kelancaran penanganan, dia mengakui, Risma sempat diistirahatkan dengan dibius total. Itu dilakukan untuk melakukan pemasangan alat bantu medis pada Risma, seperti alat bantu pernapasan.

“Semua fungsi organ ginjal, jantung, saluran pencernaan bagus, semua kondisinya baik. Kita lihat dari pernafasan, misal alat oksigen yang awalnya 100 persen sekarang 60 persen,” terang dr Hardiono kepada wartawan, Kamis (27/6) kemarin.

Dijelaskannya, semua pasien yang dirawat di ruang ICU GBPT dipasang alat bantu nafas dan penenang agar merasa nyaman. Hal ini dilakukan untuk memantau kondisi kestabilan organ tubuh pasien. Walaupun kondisi terkini Wali Kota Risma stabil, namun pemasangan alat masih dilakukan agar kondisi tubuhnya terus stabil.

Tim dokter memastikan akan terus berupaya untuk mempertahankan kestabilan kondisi Risma ini. Karena itu, di ruang ICU semua pasien dilakukan pemantauan selama 24 jam, sesuai dengan SOP perawatan, yakni satu perawat menangani satu pasien.

Menurutnya, pasien yang dirawat di ruang ICU, tren kondisi tubuh bisa dilihat sekitar satu minggu ke depan. Akan tetapi hal ini juga tergantung dari progres masing-masing. Kalau tren kondisinya bagus, maka tidak sampai satu minggu pasien tersebut sudah boleh keluar dari ruang ICU. “Kalau trendnya lebih membaik, tidak sampai satu minggu sudah keluar dari ruang ICU, mudah-mudahan lebih cepat lebih baik,” imbuh dokter spesialis anestesi RSU Dr Soetomo ini.

Dirut RSU dr Soetomo Surabaya, dr Joni Wahyuhadi, Sp.BS (k) menambahkan tim dokter akan terus berupaya maksimal untuk melakukan perawatan intensif kepada Risma sesuai dengan SOP. Untuk itu, segala resource yang ada di RSU dr Soetomo akan diupayakan. “Kondisinya lebih baik dari pada kemarin, mudah-mudahan Bu Risma kondisinya lebih baik lagi,” kata dr Joni.

Bantah Kritis
Kendati demikian, ia juga mengimbau kepada masyarakat, agar tidak langsung percaya dengan informasi-informasi hoax yang beredar. Baik informasi di media sosial ataupun whatsapp terkait kondisi terakhir Wali Kota Risma yang belum jelas sumbernya. “Hal-hal atau informasi yang tidak bersumber dari Humas Pemkot Surabaya sebaiknya jangan langsung percaya,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, M. Fikser menegaskan, menanggapi kabar yang beredar, baik di media sosial maupun whatsapp menyebutkan bahwa kondisi Wali Kota Risma mengalami kritis, hal itu tidaklah benar. Tim dokter telah memastikan bahwa kondisi terkini wali kota terus membaik dan stabil. “Kami menyesalkan dengan adanya berita hoax yang beredar selama ini membuat bingung para pembaca. Kondisi beliau saat ini bila dibandingkan dengan kemarin, trennya lebih baik,” tandas Fikser.

Maka dari itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak langsung percaya dengan kabar yang beredar menyebut kondisi terakhir Wali Kota Risma. Selain berita hoax, beberapa media juga memilih judul atau diksi yang sifatnya ambigu. Sehingga seringkali informasi itu membuat para pembaca kebingungan. Sebab, terkadang orang tidak membaca isi berita, hanya judul saja.
“Akan ada informasi resmi dari kami kepada teman-teman media. Tiap pagi setiap jam 10 itu ada rapat koordinasi perkembangan kesehatan Bu Risma,” katanya.

Dipantau Khofifah
Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta agar RSU Dr Soetomo memberikan pelayanan terbaik terhadap Tri Rismaharini yang terbaring sakit. Khofifah mengaku terus mengikuti perkembangan kondisi kesehatan bu Risma melalui tim RSUD dr Soetomo. "Saya sudah dengar tentang kondisi Bu Risma. Bahkan saat beliau dipindah ke RSUD dr Soetomo, saya lagi sama Dirutnya, dr Joni," kata Khofifah di sela-sela acara siraman jelang pernikahan putri pertamanya di kediamannya Jalan Jemursari VIII No 124, Kamis (27/6/2019).

"Saya minta beliau (Risma) diberikan layanan terbaik. Saya terus update. Sementara ini memang beliau katanya belum bisa banyak dijenguk," imbuh Khofifah. n

Berita Populer