•   Selasa, 19 November 2019
Peristiwa Internasional

Rudal Rusia Bawa Turki Keluar dari Program Jet Tempur F-35

( words)
Pesawat tempur Rafale C SP/Mltrbg


SURABAYAPAGI.com - Amerika Serikat mencoret Turki dari program jet tempur F-35. Keputusan ini diambil setelah Ankara mulai menerima pengiriman sistem pertahanan rudal Rusia pada minggu lalu.

Seperti diberitakanReuters, bagian pertama dari sistem pertahanan udara S-400 diterbangkan ke pangkalan udara militer Murted di barat laut Ankara pada hari Jumat lalu. Hal tersebut menyegel kesepakatan Turki dengan Rusia, yang selama berbulan-bulan telah diupayakan untuk dicegah oleh AS.

"AS dan mitra F-35 lainnya selaras dalam keputusan ini untuk menangguhkan Turki dari program dan memulai proses untuk secara resmi mengeluarkan Turki dari program tersebut," kata Ellen Lord, Wakil Menteri Pertahanan AS.

Pejabat AS yakin keputusan Turki yang merupakan sekutu NATO untuk menggunakan teknologi radar canggih Rusia dapat membahayakan sistem militer aliansi di negara itu. S-400 berpotensi digunakan untuk menargetkan jet NATO di Turki, termasuk F-35 buatan AS, yang merupakan jet tempur terbaru NATO.

"Sayangnya, keputusan Turki untuk membeli sistem pertahanan udara S-400 Rusia tidak memungkinkan diteruskannya keterlibatan dengan F35," kata Gedung Putih dalam pernyataan, Rabu (17/7).

"F-35 tidak bisa berdampingan dengan platform pengumpulan intelijen Rusia yang akan digunakan untuk mempelajari kemampuan canggihnya," tambah pernyataan itu.

Mark Esper mengatakan kepada anggota Kongres dalam percakapan telepon dengan Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar ia menekankan, "Anda bisa memiliki S-400 atau F-35. Anda tidak bisa memiliki kedua-duanya."

Kementerian Luar Negeri Turki sendiri mengatakan langkah tersebut tidak adil dan dapat mempengaruhi hubungan kedua negara.

Dengan rencana untuk mencoret Turki, maka produksi atas sejumlah besar komponen F-35 akan dipindahkan ke beberapa pemasok AS.

"Turki tentu saja akan kehilangan pekerjaan dan peluang ekonomi masa depan dari keputusan ini. Mereka tidak akan lagi menerima dana lebih dari US$ 9 miliar dalam bagian kerja yang diproyeksikan terkait dengan F-35 selama program berjalan," ujar Lord.

Washington selama ini khawatir bahwa penyebaran sistem rudal S-400 akan memungkinkan Rusia untuk mendapatkan terlalu banyak informasi tentang sistem siluman yang dimiliki F-35.

Berita Populer