•   Sabtu, 11 April 2020
Peristiwa Nusantara

Saatnya Angkutan Umum Massal Bangun dari Tidur Panjang

( words)


SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Berbagai upaya terus dilakukan untuk mengurai kemacetan ibu kota dan wilayah sekitarnya. Salah satu upaya yang sedang dilakukan adalah memperlancar perpindahan orang secara massif dengan pembangunan infrastruktur angkutan umum massal.

Namun, pembangunan infrastruktur angkutan umum massal yang terus dilakukan tentu harus diimbangi dengan upaya mengajak masyarakat agar mau beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan umum massal.
Seperti yang pernah disampaikan Presiden Joko Widodo, pembangunan infrastruktur diharapkan bisa membangun peradaban baru dalam transportasi massal.

Upaya untuk mengedukasi masyarakat supaya beralih menggunakan angkutan umum dapat dilakukan dengan terus meningkatkan layanan angkutan umum massal.
Jika layanan kereta commuter Jabodetabek optimistis mampu melayani penumpang satu juta per hari, maka layanan angkutan umum massal berbasis jalan tentu juga harus bisa melakukan hal yang sama.

Untuk dapat membuat angkutan umum massal berbasis jalan diminati masyarakat, memudahkan aksesnya dapat menjadi sebuah pertimbangan. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan angkutan umum harus memberikan kemudahan aksesabilitas dan konektivitas terhadap pusat kegiatan masyarakat.
Selain itu, menurutnya, angkutan umum juga harus memerhatikan aspek ekonomi dan kemanusiaan. Tak lupa perusahaan angkutan juga harus berbadan hukum.

“Kami ingin menjadikan angkutan bus kembali menjadi angkutan favorit, baik di dalam kota maupun luar kota. Di dalam kota bus tentu saja harus menjadi bagian angkutan massal yang melengkapi MRT, LRT, KRL. Di sisi lain dalam konektivitas antar kota-kota bus menjadi favorit karena bus adalah satu angkutan dari point to point dan ini akan kita lakukan,” ungkap Menhub Budi Karya Sumadi.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono menyebutkan upaya untuk menumbuhkan minat masyarakat agar mau menggunakan angkutan umum massal adalah mendekatkan layanan angkutan umum kepada masyarakat.

“Untuk itu kita pertemukan operator bus dengan pengembangan perumahan,” ungkap Bambang Prihartono seperti dalam siaran pers, Kamis (8/11).

Menurutnya adanya layanan bus yang masuk ke perumahan dapat membuat masyarakat mempunyai pilihan dalam melakukan perjalanan. “Kita tidak bisa mendekatkan jarak, namun kita bisa mendekatkan layanan serta fasilitas transportasi umum massal kepada masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, memanfaatkan teknologi informasi dapat menjadi salah satu cara untuk mendekatkan layanan serta fasilitas angkutan umum massal kepada masyarakat.
Oleh karena itu, BPTJ menggandeng aplikator sehingga masyarakat dapat memesan kursi di bus melalui aplikasi sebelum mereka melakukan perjalanan. Cara ini dianggap efektif dalam merawat minat masyarakat untuk tetap mau menggunakan angkutan umum massal.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan BPTJ Karlo Manik menyampaikan, hingga saat ini 484 bus dari target 1.000 unit bus telah melayani masyarakat Jabodetabek. Selain itu ada pula angkutan umum massal dengan jenis layanan premium yang menjadi program BPTJ ini.
Di antaranya Transjabodetabek Premium (perkotaan), Jabodetabek Residence Connexion (JRC) serta angkutan bandara atau Jabodetabek Airport Connexion (JAC).

Berita Populer