•   Kamis, 17 Oktober 2019
Peristiwa Internasional

Sanksi Unilateral AS untuk Venezuela Dikritik PBB

( words)
Presiden Venezuela Nicolas Maduro berpidato pada sidang Majelis Umum PBB ke-73 di markas PBB, New York, 26 September 2018. SP/Voa


SURABAYAPAGI.com - Kepala Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia PBB Michelle Bachelet mengkritik sanksi terbaru yang diberikan Amerika Serikat (AS) kepada Venezuela. Dia mengatakan sanksi tersebut akan membuat jutaan warga Venezuela semakin menderita.

Sanksi unilateral yang diberikan Washington yakni membekukan semua aset pemerintah Venezuela yang berada di AS dan melarang transaksi komersial. Sanksi ini bertujuan untuk memberikan tekanan kepada Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Diketahui, AS tidak mengakui Maduro sebagai presiden Venezuela.

"Saya sangat khawatir tentang dampak yang berpotensi parah pada hak asasi manusia rakyat Venezuela dari serangkaian sanksi unilateral yang baru diberlakukan oleh AS minggu ini," kata Bachelet, dilansir dari BBC, Jumat (9/8/2019).

"Sanksi itu sangat luas dan gagal memuat langkah-langkah yang memadai untuk mengurangi dampaknya terhadap sektor-sektor yang paling rentan dalam populasi," lanjutnya.

Meskipun sanksi tersebut memuat pengecualian untuk penjualan makanan, pakaian, dan obat-obatan, Bachelet berpendapat, sanksi itu dapat memperburuk krisis bagi warga Venezuela. Pada Maret lalu, Bachelet menyatakan, pelanggaran hak-hak sipil dan politik dapat menimbulkan ketidaksetaraan dan memperburuk kondisi ekonomo Venezuela.

Pada Senin (5/8) lalu, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang menyatakan, semua properti dan kepentingan pemerintah Venezuela di AS telah diblokir. Perintah eksekutif tersebut juga melarang transaksi dengan otoritas Venezuela. Transaksi tersebut mencakup penyediaan dana, barang, maupun jasa.

Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton mengatakan sanksi baru dapat dijatuhkan pada siapa pun yang mendukung pemerintahan Maduro. Sanksi baru itu, katanya, akan memaksa negara dan perusahaan untuk memilih antara melakukan bisnis dengan AS atau dengan Venezuela.

Dia mengatakan AS akan menggunakan setiap alat untuk mengakhiri kediktatoran Maduro di Venezuela.

Kementerian Luar Negeri Venezuela mengecam sanksi baru itu dan menuduh Washington telah melakukan tindakan terorisme ekonomi yang sewenang-wenang terhadap rakyat Venezuela.

Berita Populer