Sapa Unusa, Pemeran Imperfect Sampaikan Bahaya Body Shamming

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pemeran film Imperfect: Cinta, Karier, dan Timbangan hadir menyapa ratusan mahasiswa di Auditorium Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Kedatangan Jessica Mila, Ernest Prakasa, Kiky, dan Meira membuat gegap gempita mahasiswa Unusa yang hadir pada acara tersebut, Senin (16/12/2019).

Pemain dan tokoh belakang layar Imperfect mendapat jadwal khusus menyapa Unusa dan Royal Plaza dalam roadshownya di Surabaya.

Dalam kesempatan ini, Ernest Prakarsa selaku sutradara film menjelaskan jika Imperfect digarap guba menyampaikan perspektif baru tentang cara menghargai diri sendiri.

Apalagi Imperfect mengangkat isu tentang body shamming baik dalam kehidupan nyata maupun sosial media.

"Sesuatu yang sehari-hari banget tapi kok nggak diluruskan," tukar Ernest.

Body shamming yang terjadi sehari-hari dalam lingkungan bisa membawa efek sangat besar bagi korban.

Ernest ingin mendobrak stigma tersebut melalui film Imperfect. Serius namun tetap menghibur. Kendati proses produksi film Imperfect terbilang berbeda karena membutuhkan tranformasi fisik dari pemain.

Dipilihnya Jessica Mila sebagai tokoh sentral bukan tanpa alasan. Pasalnya artis muda yang sedang naik daun ini siap berkomitmen dan kerja keras dengan menaikkan berat badannya hingga 10 kilogram.

Jessica Mila berperan sebagai tokoh utama bernama Rara. Tuntutan orang tua akan kesempurnaan fisik versi kebanyakan orang membuat Rara tumbuh menjadi pribadi yang minder dan kurang percaya diri.

Meira selaku penulis buku yang menginspirasi lahirnya film ini menambahkan, Jessica Mila memang bukan pilihan pertama tapi pilihan terbaik untuk memerankan Rara.

"Jessica Mila memang luar biasa. Dia terpilih karena bersedia melalui proses melelahkan dan panjang," kata Meira.

Fakta mencengangkan turut terungkap dalam diskusi film. Pelaku body shamming pertama ironisnya adalah ibu meskipun tidak ada maksud jahat. Sehingga perlu banget bagi ibu-ibu menonton Imperfect sebagai edukasi.

"Namun tanpa sadar bisa memupuk rasa rendah diri," tandasnya.

Meira sedikit bercerita tentang pengalamannya bersama sang suami Ernest Prakasa. Mereka pernah sama - sama mengalami body shamming dan bullying namun telah berdamai dengan diri sendiri melalui stand up comedy.

Dari pengalaman itu, ia juga menuangkan lewat buku best seller sekaligus karya pertamanya berjudul Journey to Self Exception.

"Awalnya saya hanya menulis sebagai caption di Instagram. Ternyata dilirik oleh Gramedia, oleh karena itu jangan meremehkan hal kecil karena siapa tahu itu bisa membuahkan hasil yang lebih besar dari sebelumnya," ucapnya.

Sementara, Jessica Mila sendiri awalnya mengaku agak deg - degan. Baru saat disodori konsep dalam buku tersebut dia langsung tertarik.

"Aku memang pengen baca bukunya juga agar aku bisa berdamai pada diriku sendiri sebelum menaikkan berat badanku sampai 10 kilogram," kisah Jessica.

Apalagi ini merupakan kali pertama Jessica mendapat karakter tranformasi fisik seperti ini dan beradu akting dengan aktor kawak Reza Rahardian.

"Ini sebuah tantangan dan aku bersyukur banget bisa dapat kesempatan main dalam film ini," cetusnya.

Tranformasi fisik itu dipantau oleh ahli gizi dan personal trainer. Ternyata bukan hal mudah bagi Jessica menaikkan berat badan

"Tanpa ahli gizi saya nggak akan bisa menjalankan perannya ternyata naikin berat badan nggak segampang yang aku fikir," ungkap gadis yang sempat mengaku phobia dengan timbangan ini.

Dalam kesempatan itu Jessica Mila juga berpesan kepada mahasiswa Unusa agar fokus menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Ia juga sangat senang melihat antusiasme mahasiswa Unusa menyambut kedatangan para cast film Imperfect."Pertama kalinya ke Unusa seneng banget lihat antusiasmenya," tutup Jessica. Byob