Satu Bayi Surabaya Terjangkit Virus Kawasaki

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kota Surabaya diduga sedang dilanda ancaman virus Kawasaki. Salah satu bayi berusia delapan bulan, asal Surabaya, diduga terjangkit virus Kawasaki. Virus jenis baru ini menyerang bayi di atas usia lima bulan dan gejalanya menyerupai demam berdarah.
Dr Agus Harianto SpA (K), dokter spesialis anak, asal RSUD dr Soetomo Surabaya menuturkan bahwa virus Kawasaki ini biasanya menyerang anak-anak usia di atas 5 bulan. Namun, orang dewasa juga bisa terkena virus ini.
"Gejala awal virus Kawasaki ini hampir mirip demam berdarah. Suhu badan panas yang tidak stabil. Bahkan, hingga lebih dari 4 hari. Jika dokter yang tidak mengetahui penyakit ini, pasti akan mendiagnosa sebagai penyakit demam berdarah atau campak. Namun, virus ini tidak menular," tutur dr Agus Harianto SpA (K), Selasa, 30 Januari 2018.
Selanjutnya, setelah suhu badan panas berkepanjangan, tiba-tiba mata memerah, serta mulut dan bibir kering dan kemudian juga memerah. Meskipun tes darah, tes urine, dan foto thorax hasilnya semuanya normal.
"Namun bayi itu, diduga mengalami virus Kawasaki ini. Dan untungnya bayi itu sudah mendapatkan pertolongan dan bisa segera terdeteksi," katanya.
Selain itu, setelah diberi 150 ml (3 botol) dalam waktu 12 jam, kondisinya terus membaik, dan virus Kawasaki tidak sampai menyebar ke pembuluh darah dan jantung. Pemeriksaan echo jantung hasilnya juga normal.
Obatnya Sangat Mahal
Diduga gara-gara mengonsumsi obat PCC yang mirip dengan Flakka, pelajar di Kendari tewas. (Ilustrasi: doeingalls.com) Ia mengahwatirkan, jika penanganan terlambat atau pendeteksian suhu tubuhnya melebihi hari ketujuh, dikhawatirkan virus Kawasaki ini bisa menyerang pembuluh darah dan jantung.
"Bahkan, jika penderita yang sudah terserang, selain mata, bibir dan mulut memerah, telapak tangan, telapak kaki, dan bagian leher juga akan memerah," ucapnya.
Obat utama penangkal virus Kawasaki ini yakni Immune Globulin Injection, Jenis Gamunex harganya pun super mahal yakni Rp 9,5 jt untuk 50 ml atau satu botolnya.
"Pemakaian obat ini sama dengan infus. Namun, takaran untuk tiap anak berbeda-beda, bergantung berat badan. Semakin berat badan anak tersebut, semakin banyak juga pemakaian obat ini. Setiap botol atau isi 50 mili akan habis dalam waktu sekitar 4 jam," ujarnya.
Ia juga menambahkan, pasca pemberian obat itu, masa pemulihan anak berlangsung selama 1-2 bulan. Selain itu, pemberian obat aspilet atau obat pengencer darah untuk mencegah terjadinya serangan jantung, dikonsumsi sehari sekali selama 6 minggu.
"Sedangkan, untuk pemberian vaksinasi campak akan dijadwalkan mundur, atau hingga 11 bulan ke depan," katanya.
Ia menghimbau, bagi para orang tua diimbau agar lebih memperhatikan kesehatan anak-anaknya, karena sebagian orang tua biasanya menganggap hal biasa ketika suhu badan anak mengalami panas demam.
Tetap Waspada Walaupun Langka Jangan Abai, Inilah Gejala Demam Berdarah pada Anak Ini bukan tentang model motor merek kawasaki atau penyakit yang merusak motor bermerek kawasaki, melainkan penyakit langka ini memang bernama Virus Kawasaki.
Kawasaki Disease salah satu jenis penyakit yang cukup baru ini sangat rentan menyerang tubuh pada anak. Prof. Tomisaku Kawasaki seorang dokter spesialis anak di Jepang, menemukan penyakit kawasaki pada tahun 1960-an. Penyakit kawasaki ini biasanya ditemukan pada anak berusia kurang dari 5 tahun, tapi tak menutup kemungkinan dapat menyerang anak di atas usia tersebut.
Gejala utama dari penyakit kawasaki ini adalah panas tinggi pada tubuh anak yang tidak stabil selama 5 hari (sekurang-kurangnya), kedua mata berubah menjadi merah begitu pula pada keadaan warna bibir, lidah (strawberry tongue), dan mulut. Ditemukan pula bercak kemerahan pada kulit bagian kaki tangan bahkan hingga membengkak. Selain gejala tersebut adanya pembengkakan terhadap kelenjar leher (kelenjar getah bening).
Gejala-gejala tersebut harus segera ditangani secara medis, apabila tidak mendapatkan pemeriksaan lebih awal virus kawasaki ini berisiko komplikasi pada jantung. Seperti yang dilansir dari kidshealth.org, ditulis Senin, 21 Desember 2015, jika kasus ini tidak segera diobati mengakibatkan peradangan pembuluh darah yang meradang sehingga mengubah pola normal detak jantung bahkan fungsi abnormal pada katup jantung.
Asal muasal atau penyebab penyakit ini belum diketahui secara khusus, karena tim medis pun masih melakukan penelitian dan masih sangat jarang ditemukan pada anak-anak di Indonesia. Namun bukan berarti Anda mengabaikan tanda dan gejala pada penyakit langka ini, justru dengan mengetahui penyakit ini Anda dapat melindungi si kecil lebih awal.