•   Selasa, 22 Oktober 2019
Kriminal

Satu dari Lima Pelaku Spesialis Bobol Rumah Ditembak Mati

( words)
(dari kiri ke kanan) Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, dan Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, IPTU Bima Wicaksana saat berada di kamar mayat tempat tersangka Mulyadi dibawa. (SP/FIRMAN)


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Berakhir sudah pengarungan Mulyadi cs, komplotan pelaku spesialis kejahatan jalanan dan pembobolan rumah. Bahkan, Mulyadi yang menggawangi empat pelaku lain bahkan harus ditembak mati lantaran melawan saat hendak ditangkap tim Resmob, Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan menuturkan, Mulyadi cs adalah pelaku yang palong dicari oleh polisi karena cukup banyak TKP yang sudah mereka satroni. Bahkan,tak hanya di Surabaya, komplotan ini juga beraksi di Jawa Tengah.

"Kami mengungkap komplotan spesialis pembobolan rumah dan begal jalanan yang kerap meresahkan masyarakat. Kami identifikasi ada lima orang pelaku dalam komplotan ini. Semuanya kami tangkap dan satu diantaranya,terpaksa kami beri tindakan tegas terukur karena melawan saat ditangkap," kata Rudi,Kamis (5/5) malam saat mendatangi kamar mayat RSUD Dr. Soetomo.

Pria asal Tanjung Rejo, Kabupaten Malang itu ditembak pada bagian dadanya saat ditangkap di terminal Osowilangon Surabaya. Pria dengan tato bunga dan joker di lengannya itu sempat dilarikan ke rumah sakit,namun nyawanya tak tertolong dan meninggal saat dalam perjalanan.

Dari hasil keterangan pemeriksaan empat rekan lainnya. Komplotan ini kerap menyasar rumah kosong yang ditinggal pemiliknya untuk liburan. Mereka memanfaatkan momentum akhir pekan untuk berakso secara terogranisir. Bahkan, mereka kerap membawa senjata tajam dan tak segan melukai korbannya.

"Kami sudah lama incar pelaku ini. Mereka sadis dan tak segan melukai korban jika melawan. Rata-rata mereka bersenjata tajam," imbuh Rudi.

Kini polisi masih melakukan pendalaman terhadap para komplotan ini. Tidak menutup kemungkinan, masih ada beberapa orang yang menjadi anak buah dari Mulyadi dan kelompok lain yang kemungkinan pernah bekerja bersama komplotan ini.

Berita Populer