•   Senin, 16 September 2019
Pilpres 2019

SBY “Tunggu Momentum”

( words)
Susilo Bambang Yudhoyono & Prabowo Subianto Foto: SP/IST


SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Partai Demokrat telah menyatakan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY bakal berkampanye untuk pasangan Prabowo - Sandiaga pada Maret 2019. Sejumlah anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo – Sandiaga mengklaim ini merupakan strategi di akhir masa kampanye untuk mendongkrak elaktibilitas pasangan capres.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN), Faldo Maldini, yang juga juru bicara BPN, mengatakan munculnya elite Partai Demokrat, khususnya SBY, di etape akhir masa kampanye, akan menjadi senjata ampuh. “Pak SBY ini seperti Last Samurai. Pedangnya keluar selesai perang semuanya,” ujar Faldo kepada wartawan, kemarin.
Faldo menilai, ketokohan SBY yang kuat akan mampu membetot suara. Ia lantas berseloroh, sepekan SBY turun akan memberikan efek gawat. “Apalagi sebulan,” ujarnya, menambahkan.
Alasannya, kata Faldo, SBY adalah ahli strategi. Presiden keenam RI itu teruji kala ia menjadi militer. Apalagi, menurut Faldo, SBY memiliki rekam jejak yang tak terkalahkan. Maka itu, kata Faldo, SBY tak membutuhkan waktu lama buat mengkampanyekan Prabowo untuk meraup suara optimal.
Faldo menegaskan, munculnya Partai Demokrat di akhir masa safari politik tak akan mengganggu komposisi kampanye Koalisi Adil Makmur. Faldo mengatakan koalisi memberi kebebasan kepada Demokrat. Namun, ia mengimbau elite partai harus mengkomunikasikannya secara gamblang.
Adapun ihwal pembagian tugas kampanye, Faldo mengatakan partainya, PAN, akan berbagi tugas dengan partai lain, termasuk Partai Demokrat. PAN, ujar dia, telah gencar mengkampanyekan Prabowo – Sandiaga sedari awal. Setiap partai anggota koalisi dinilai memiliki cara berbeda. Lain PAN dan Demokrat, lain pula dengan PKS, Gerindra, dan Partai Berkarya.
Sementara itu Calon wakil presiden nomor 02, Sandiaga Uno mengatakan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bakal menciptakan momentum besar ketika turun kampanye pada Maret 2019 atau satu bulan sebelum pemilihan presiden (Pilpres) 2019.
Sandi menyatakan keputusan SBY tersebut telah sesuai dengan rencana yang telah dibuat oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. "Insyaallah Pak SBY begitu satu bulan setengah terakhir ikut turun bersama kami akan meningkatkan tentunya. Luar biasa momentum yang akan diciptakan begitu Pak SBY turun bersama kami," kata Sandi.
Sandi berkata rencana SBY turun kampanye pada Maret 2019 juga sudah dibahas dalam rapat bersama calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto dan sejumlah tim BPN Prabowo-Sandi. Bahkan, kata Sandi, Prabowo menyebut SBY sebagai ’master of strategy’.
Menurut mantan wagub DKI Jakarta itu, SBY yang juga Presiden ke-6 RI memiliki pengalaman sangat baik dalam Pilpres 2004 dan 2009. Pada dua edisi pesta demokrasi lima tahunan itu SBY dapat memenanginya. "Jadi buat kami pasti sudah dihitung dengan baik dan itu sesuai juga dengan rencana kami," ujarnya.
Sandi tak memandang langkah SBY baru turun Maret 2019 sebagai bentuk setengah hati mendukung Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019. Menurut Sandi, langkah SBY itu merupakan salah satu bentuk menjaga momentum dan sentimen dalam Pilpres 2019. "Dengan ini jelas bahwa Pak SBY sudah menentukan tanggalnya dan kami yakini sudah melalui perhitungan bersama," kata dia.
Lebih jauh, Sandi mengatakan dirinya juga belajar dari Pilkada DKI Jakarta 2017. Ketika itu, kata Sandi pihaknya berusaha menjaga sentimen dan momentum di tengah masyarakat. Padahal sejumlah pihak menyatakan bahwa pasangan Anies-Sandi tak memiliki peluang untuk menang.
Menurut Sandi, pada saat ini sampai Desember 2018 pihaknya menggunakan gigi satu dan gigi dua saat kampanye. Kemudian pada Januari sampai Februari 2019 akan menggunakan gigi tiga. Lalu, kata Sandi, pada Maret sampai April 2019 langsung masuk gigi empat. "Pak SBY itu sangat sangat tepat, memang paling dibutuhkan diujung," ujarnya. Jk

Berita Populer