Sebelum Ada Perintah dari Diknas, SMPN 3 Sapeken Lakukan PJJ

Sekolah SMPN 3 Sapeken, lakukan PJJ sejak Pandemi covid 19 berlangsung di Kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Kepala sekolah SMPN  3 Sapeken Kab Sumenep, H. Ibnu Ma'ruf Spd MSi, mengaku, dirinya sejak Pandemi Covid 19 di Kabupaten Sumenep, melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) melalui proses pembelajaran jarak jauh sesuai dengan apa yang disarankan oleh kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Sumenep.

Menurutnya, “Pembelajaran jarak jauh itu melalui  sistem daring bisa pakai classroom, bisa pakai google zom, dan web sekolah, selain itu juga sekolah melaksanakan kegiatan dengan sistem luar jaringan (luring) dengan memanfaatkan titik -titik kunjung siswa,” katanya kepada wartawan Surabaya Pagi Rabu (12/8).

Selain itu,  pelayanan pihak sekolah akan selalu memberikan pelayanan maksimal bagi siswa-siswi pelajar. Apalagi keberadaan di pulau dan di daratan sangat jauh berbeda, karena adanya keterbatasan, artinya tidak semua memiliki Hp Android, kalau pun ada keterbatasan sinyal, makanya langkah yang dilakukan oleh tenaga pengajar saat ini menggunakan layanan berkunjung kepada titik lokasi siswa dengan menggunakan sistem luar jaringan (luring). Tujuan ini dilakukan agar lebih mengefektifkan pembelajaran, walaupun kami sadari pembelajaran tatap muka itu lebih efektif daripada pembelajaran jarak jauh,” urainya.

Dikatakan Ibnu, “Upaya dalam Mempertimbangkan keselamatan siswa terpelajar maka kami melaksanakan kegiatan belajar jarak jauh, hal ini dilakukan berdasarkan surat edaran dari diknas pendidikan, bahwa Pembelajaran Tatap Muka (PTM) New Normal itu sampai tanggal 14 September 2020, akan tetapi kebijakan yang dibuat itu bisa berubah karena kondisi covid 19,  kalau saya memperkirakan bisa sampai akhir semester ganjil di bulan Desember” pungkasnya. AR