Sediakan Dapur Khusus untuk Menu Halal

Trend Restoran Chinese Food

Restoran Chinese Food biasanya identik dengan pengunjung Tionghoa. Namun kini banyak restoran Chinese yang pengunjungnya orang pribumi, bahkan malah jadi pelanggan. Tonghai Restaurant adalah salah satu resto Chinese yang ada di Surabaya barat yang 85% pengunjungnya masih orang Tionghoa dan 15% masyarakat pribumi.
Wartawan SurabayaPagi, Indra

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya -Manager Tonghai Restoran, Herry Fitriono mengatakan, Tonghai yang ada di Golden City Mall Surabaya ini menyajikan menu Chinese Oriental. Contoh menunya yaitu Soup Singapore dan Ayam Telur Asin.

“Kami menyajikan beragam menu baik makanan ringan maupun berat. Menu special kami adalah dim sum yang banyak pilihan seperti dim sum bakpao isi telur asin. Kalau untuk total ada sekitar 200 menu alacarte dan sekitar 40 menu dimsum,” katanya.

Dengan membidik segmen keluarga, Tonghai bukan hanya restoran tetapi memiki private room yang bisa untuk karaoke sekalian sambil makan dengan kapasitas 5 hingga 20 orang. Ada 5 ruang untuk private room. Juga ada ballroom untuk wedding maupun pesta yang mampu menampung 50 sampai 100 meja. Ada juga tempat bermain anak, karena memang segmennya keluarga.

Terkait halal dan non halal, ternyata Tonghai resto memiliki dua dapur untuk halal dan non halal. Hal ini dikatakan Isnan, Chef Tonghai Restaurant. Namun, saat ini akan lebih fokus pada menu-menu halal. Mengingat pengunjung yang hadir kebanyakan muslim.

"Seperti wedding atau acara lainnya yang menggunakan ballroom kami. Pemesannya memang orang Tionghoa tapi mereka selalu mengikuti tamu undangan yang kebanyakan muslim jadi mereka lebih memesan makanan yang halal," katanya.

Lebih lanjut, Isnan menjelaskan jika beberapa menu yang dihadirkan merupakan menu chinese oriental Canton yang rasa masakannya bisa diterima lidah orang Indonesia. "Rasanya lebih pada gurih," ujarnya.

Untuk menarik pengunjung, pihaknya memberikan berbagai macam promo harga. Tidak hanya itu, beragam inovasi menu pun akan dijumpai seperti yang akan dihadirkan pada Desember mendatang.

Marketing Tonghai Restoran, Raditya Anggriyan mengatakan, ada 6 menu yang akan hadir dengan harga Rp 50 ribuan diantaranya, Ayam Kamhiong rasanya pedas wangi, Hot Plate Tahu dengan ayam, Cumi telur asin, Sapo Gurami saus kacang hitam, Cap cay ayam, Ayam goreng bumbu tahu merah. Semua menu ini bisa dinikmati 2-3 orang.

"Untuk menu hotplate ada 2 macam pilihan yaitu hotplate tahu sechuan memiliki rasa pedas dan hotplate tahu jepang tidak terlalu pedas," katanya.

Chef Isnan menambahkan, berbagai menu yang dihadirkan memang sama seperti kebanyakan Chinese food pada umumnya. "Namun kadangkala terkendala pada bahan yang tidak tersedia di pasaran sehingga harus kita ganti yang sekiranya sesuai. Atau saya kreasikan, seperti bakpao isi telur asin. Kan unik," terangnya.

Hampir sama dengan Tonghai, resto House of WOK juga menyediakan menu halal. Bagi masyarakat Tionghoa, Mie Kwang Tung sudah tidak asing lagi di telinga. Mie kering dengan taburan topping bakso ikan dan ayam ini makin enak rasanya ketika dipadukan dengan saus khusus mie kwang tung. Rasanya sedikit manis dan crispy, saat dimakan namun ada sedikit kuah kental dari telurnya.

Bahan yang digunakan adalah produk lokal, Mie Kwang Tung tersebut isinya terdiri dari mie, bakso ikan, ayam Chasiu, Ayam Kekian, telur dan sawi. Disajikan dengan saos Kwang Tung, potongan cabe, acar timun, kecap asin dan jeruk nipis.

Bagi pelanggan yang memesan menu hingga sajian siap dinikmati prosesnya maksimal 15 menit. Sehingga pelanggan tidak perlu lama menunggu.

Menu satu ini bisa dinikmati di resto House of WOK. Resto yang menyajikan Chinese food namun juga bisa dinikmati pelanggan muslim. Selain Mie Kwang Tung, beberapa menu lainnya juga dapat dinikmati diantaranya, mie goreng, kwetiau goreng, kwetiau siram, tamie cap cay,tanghun spesial, bihun goreng dan lainnya. Untuk menu nasi ada beragam yakni nasi goreng finna, nasi goreng canton, nasi goreng nanas, nasi goreng jawa, daging sapi, ikan asin, juga tersedia nasi capcay.

"Untuk mie sendiri yang paling banyak peminatnya ya mie Kwang Tung yang otentik Chinese. Kalau untuk menu nasi ya ada nasi goreng Canton yang memang otentik chinese food. Kedua menu itu memang jadi favorit pengunjung," kata Marketing House of WOK, Jennifer Claudia.

**foto**

Karena segmennya keluarga, Mie Kwang Tung ini bisa dinikmati untuk 2 hingga 3 orang. Selama ini, pengunjung yang datang memang beramai-ramai. Kebanyakan mereka memesan Mie atau Nasi goreng, lalu lauk, sayur dan snack. Karena itu, pihaknya memberikan program paket yang bisa dinikmati untuk berlima.

"Lebih terjangkau kalau pesan paket. Sejauh ini, mereka yang berkunjung memilih paket yang kami tawarkan. Sudah komplit makanan ringan, berat, sayuran dan minuman," ujar Jennifer.

Ia menjelaskan jika Chinese food dibeberapa kota kurang diminati, namun di Surabaya sudah bisa diterima. Bahkan beberapa penjunjung House of WOK adalah non chinese. Mereka juga memesan menu chinese otentik seperti Mie Kwang Tung tersebut.

"Menu yang kami hadirkan tidak hanya menu reguler, tetapi tiap 3 bulan sekali kami ada seasonal menu. Cuma untuk yang akhir tahun ini sepertinya gak ada. Soalnya bulan Desember ini kita mau ngeluarin ayam Canton untuk menyambut Natal sama Imlek pada Januari 2020 nanti. Nah, setelah evaluasi kalau ada respon positif maka akan kami jadikan menu reguler," terangnya.

Ia berharap, masyarakat lebih terbuka dalam memilih menu makanan. Bagi masyarakat non chinese mungkin takut ketika masuk resto chinese, namun jangan salah. "Tidak semua chinese food tidak halal. Kalau kami memang bisa dinikmati untuk yang non chinese juga dan sudah bersertifikat untuk House of WOK," tutupnya.