•   Kamis, 23 Januari 2020
Peristiwa Nusantara

Sehari Berdakwah, bisa Kantongi Minimal Rp 5 Juta

( words)
Ustadz Sani dan Ustadz Sholehudin


Berkah Ramadan bagi Ustadz-ustadz Surabaya

Hermi,
Wartawan Surabaya Pagi
Bulan Ramadhan menjadi berkah tersendiri bagi Umat Islam. Tak terlepas para guru agama, ustadz dan Kyai, yang mendapatkan balasan rejeki atas amanahnya. Lantaran menjadi panutan di dalam agama, Ustadz ‘kampung’ pun juga kebanjiran berkah untuk mengisi kegiatan-kegiatan di Bulan Ramadhan suci ini.
Dari penelusuran wartawan Surabaya Pagi, beberapa ustadz kampung di Surabaya pada bulan Ramadhan 1340 H, cukup laris untuk memberika dakwah dan mensyiarkan agama Islam ke beberapa warga Surabaya. Tak tanggung-tanggung, mereka pun dalam sehari, bisa menerima 3-4 kali untuk melakukan syiah.
Seperti Ustadz Sholehuddin, yang menjadi guru agama di kampungnya, tepatnya di jalan Wonocolo Surabaya dan mengajar di SMAN 15 Surabaya ini. Selama Bulan Ramadhan ia bersyukur mendapatkan rejeki yang cukup. Di bulan Ramadhan 2019 ini, dia bisa menjalani sejak Shubuh, hingga Tarawih di berbagai Masjid di Surabaya. Larisnya Ustadz Sholehuddin, pun juga berimbas pada rejeki yang ia dapat. Rata-rata, ia mendapatkan Rp 5 Juta dan bingkisan barang secara ikhlas dari masyarakat.
"Mungkin lebih tepatnya Allah memberikan keberkahan kepada semua hamba-Nya yang mau berusaha. Sebenarnya isin (malu) menyebutkan, dapat bingkisan macam-macam, parsel, baju, sarung dan uang Rp 5 juta. Tapi ini berkah dari Allah," ucap Pria Guru Qiroah ini, kepada Surabaya Pagi, Senin (27/5/2019).
Di bulan Ramadhan, ia mengisi berbagai kegiatan agama. Diantaranya menjadi imam sholat rawatib, imam sholat terawih di berbagai Masjid di Surabaya, mengajar di kampung dan Al-Falah.
"Alhamdulillah setiap Bulan Ramadhan selalu full terutama di (masjid) Al Falah. Sekitar Surabaya juga, Rungkut, kemaren diundang Kapolres Bojonegoro rumahnya daerah Wiyung," ujarnya, dengan ekspresi sumringah.
Hingga Luar Surabaya
Hal yang sama juga dialami oleh Achmad warga Jambangan Surabaya. Ia seorang guru agama dan Hafidz Alquran. Setiap setahun sekali pada bulan puasa, ia di percayakan menjadi Imam Sholat di salah satu Masjid Makassar, Sulawesi Selatan. Pendapatannya yang ia peroleh secara ikhlas tanpa kesepakatan hingga Rp 10 juta lebih.
"Alhamdulillah, dari masjid dapat Rp 10 jutaan, dibuat memperbaiki rumah. Di masjid Al Ikhlas namanya. Juga dikasih jemaah sarung, jajan khas daerah tentunya yang gak kalah berharga adalah pengalaman dan kebudayaan," terang pria yang sudah berkeluarga ini.
Ahmad guru Alquran ini mengatakan, biaya transportasi berangkat ke Makassar dan kembali ke Surabaya. Di tanggung oleh pihak pengelola masjid di Makassar. "Ditanggung sana, berangkat ataupun pulang ke Surabaya," terangnya.
Ustads lainnya Sani warga Jemursari juga merasakan rejeki di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Selama ramadahan ia mengisi Imam sholat terawih dan penceramah di Surabaya dan Sidoarjo.
"Alhamdulillah cukup buat dibagi bagikan kembali waktu lebaran, kita cuma dititipi saja. Sekitaran Surabaya Sidoarjo 1 bulan penuh mengisi terawih lagi di kampung sendiri maupun di luar kampung
Langganan Pemerintahan
Sama halnya, juga dialami oleh KH. Abdurrahman Navis Dewan Pakar NU Center Jawa Timur ini, selama Ramadhan dalam sehari diundang 2 kali untuk mengisi dakwah dan imam Terawih. Tempatnya, kata dia, di Pemerintahan, Masjid, dan Bank.
"Ya Imam Terawih, kuliah dhuhur. Temparnya dimana, Di Masjid Cengho, muhajirin, Pemerintahan, Bank jatim," ucap Navis pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Surabaya.
Dosen Fakultas Dakwah UIN Sunan Ampel Surabaya ini, menyampaikan dia mendapatkan rejeki dari para jemaah maupun orang yang mengundang berupa bingkisan maupun uang. "Sama-ada berupa uang ada yang berupa barang. saya gak tau gak pernah jumlah nominalnya itu," terangnya.

Berita Populer