•   Selasa, 21 Januari 2020
KediriRaya

Sejumlah Pameran Budaya Meriahkan Harlah NU 95 dan Harlah Lesbumi 56

( words)
Salah satu pengunjung saat menikmati pameran lukisan cekaki dalam acara harlah NU ke 95 dan harlah Lesbumi ke 56


SURABAYAPAGI.com, Kediri - Peringatan hari lahirnya Nahdlatul Ulama (NU) ke-95 dan hari lahirnya Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) ke 56 dimeriahkan dengan sejumlah pameran budaya.
Berada di Kantor PCNU Kediri Jalan Imam Bonjol Kota Kediri sejumlah pameran budaya seperti lukisan cekakik atau ampas kopi, foto para ulama, hingga pameran keris pusaka Nusantara, tampilan seribu terbang, tari remo girah, pencak dor serta gebyar seni. Acara yang berlangsung dua hari tanggal 3-4 April tersebut merupakan kerjasama antara Lesbumi PCNU Kediri dan Lesbumi PBNU.
Ketua Lesbumi PCNU Kediri H. Abu Muslih, mengatakan, kegiatan harlah Lesbumi kali ini sengaja diselenggarakan dengan format dan semangat kesederhanaan dengan visi membumikan kembali nilai-nilai budaya nusantara.
"Kesadaran akan pentingnya budaya sebagai kekuatan penopang kehidupan berbangsa hingga beragama kita harus senantiasa dijaga dan dihidupkan, agar kita tak mudah diombang ambing oleh perubahan zaman," katanya, Selasa (3/4/2018) malam di Kantor PCNU Kediri.
Sementara itu Ketua Lesbumi PBNU Agus Sunyoto menjelaskan, harlah Lesbumi harus jadi pengingat bahwa warga bangsa, termasuk didalamnya umat Islam Nusantara memiliki kewajiban yang sama demi senantiasa merawat kebudayaan.
"Ini adalah milik kita, harus diuri-uri, dipeluk, dipahami, dirawat, dijaga, ditadabburi, disikapi, bukan justru ditinggalkan, dimusuhi. Siapa lagi yang akan melestarikan budaya kita jika bukan kita sendiri," tandasnya.
Ia menambahkan, saat ini Lesbumi berjuang mempertahankan identitas peninggalan budaya di Indonesia. Menurutnya, di era perkembangan zaman dan globalisasi, budaya Indonesia semakin terkikis.
"Selama ini banyak bangsa yang besar tidak mempunyai tradisi. Di Indonesia tradisi ini masih sangat banyak, namun ketika mulai bergerak program globalisasi, budaya kita semakin terkikis. Dengan keadaan ini kita harus bisa bertahan," pungkasnya.
Selain dimeriahkan sejumlah pameran budaya, acara tersebut juga dihadiri seluruh pegiat dan pengurus wilayah serta cabang Lesbumi seluruh Indonesia. Selain itu, dalam harlah tersebut Lesbumi juga menjadikan ndalem pahlawan nasional Hadratus Syeikh KH. Hasyim Asyari di Ponpes Kapu sebagai peninggalan cagar budaya. Can

Berita Populer