•   Senin, 17 Februari 2020
Pendidikan

Sekolah Tentukan Peringkat Peserta SNMPTN

( words)
Rektor UNAIR Prof Dr Mohammad Nasih.


SURABAYAPAGI.COM, Surabaya- Pada tahun ini, pemeringkatan peserta SNMPTN dilakukakan oleh pihak sekolah masing-masing. Dan LTMPT hanya menentukan kuota sesuai akreditasi sekolah. Sedikit berbeda dengan tahun lalu, yang dimana pemeringkatan peserta ditentukan oleh Lembaga Penyelenggara Tes Masuk Perguruan Tinggi(LTMPT).

Rektor Universitas Airlangga Mohammad Nasih dalam Sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN Tahun 2020 mengatakan jika sekolah memiliki akreditas A, maka mendapatkan kuota 40%.

"Siapa saja yang bisa masuk dalam 40 persen itu, pihak sekolah yang akan menentukan,” ungkap Rektor Universitas Airlangga Mohammad Nasih dalam Sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN Tahun 2020.

Perubahan aturan ini berdasarkan pertimbangan bahwa sekolah yang paling tahu prestasi siswanya. Sehingga diharapkan kuota masuk SNMPTN terukur. “Ini juga untuk mengantisipasi banyak kejadian tahun lalu. Seperti sekolah memanipulasi nilai agar siswanya yang diterima melalui jalur SNMPTN lebih banyak,” imbuhnya.

Nilai UN dengan enam mata ujian menjadi dasar perhitungan ranking siswa yang layak masuk dalam SNMPTN atau tidak. Namun, yang perlu diperhatikan adalah ketika ada beberapa siswa memiliki nilai yang sama. Sekolah harus menyediakan kriteria-kriteria tambahan siswa mana yang diprioritaskan. Di antaranya, dengan mempertimbangkan mata pelajaran tertentu atau prestasi yang lain sebagai dasar penentuan.

“Namun, diharapkan prestasi-prestasi akademik bisa dijadikan kriteria tambahan utamanya. Kalau di Unair yang akan kami pertimbangkan seperti juara olimpiade, robotika dan karya ilmiah minimal juara satu di tingkat nasional. Kami ingin melihat bagaimana kiprahnya sendiri di masyarakat, bukan hanya berdasarkan rapor,” lanjutnya.

Di Unair, tahun ini kuota yang disediakan sebanyak 6.000 mahasiswa baru. Tambah 500 kuota dari tahun lalu. Sebab, saat ini Unair membuka lima prodi baru. Sementara kuota penerimaannya dibagi SNMPTN 30 persen. Dari kuota ini akan dibagi 20 persen merupakan murni data ranking. Dan 10 persen merupakan kriteria tambahan prestasinya. Kuota untuk SBMPTN 40 persen dan sisanya mandiri.

Berita Populer