Selama ini Pemkot Bangun Gedung Gaya-Gayaan

Paslon no urut 1 Eri-Armudji saat mengikuti debat publik ke 2 Pilkada Surabaya 2020 Rabu (18/11/2020) malam. SP/Patrik Cahyo

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dalam debat publik ke 2 Pilkada Surabaya 2020 Rabu (18/11/2020) semalam, pasangan calon (paslon) 01, Eri Cahyadi-Armuji, kejeglong pamer pembangunan gedung-gedung termasuk untuk parkir. Pamer ini langsung disaut paslon 02, Machfud Arifin - Mujiaman.

Mendapat kesempatan menanggapi, cawawali Mujiaman, langsung menyaut. “Nyatanya gedung-gedung parkir di Mayjen Sungkono sampai sekarang gak berfungsi. Juga terminal di Kenjeran, sudah lama jadi lahan parkir. Sudah lah, Pemkot selama ini bangun gedung hanya gaya-gayaan, pencitraan dan tak ada kemaslahatan. Bila kami nanti dapat amanah, kami tidak akan membangun pencitraan,” jelas Mujiaman, dalam debat kedua pada sesi kelima, Rabu (18/11/2020) malam.

Pernyataan Mujiaman dilanjutkan oleh Machfud Arifin. Menurut MA, sapaan Machfud Arifin, problem tranportasi dalam kota juga harus segera diselesaikan. Pasalnya pemerintah kota juga harus mendukung pemerintah pusat dalam pemenuhan alat transportasi massal. Bahkan, MA juga menyindir Armuji yang saat menjadi anggota DPRD, tidak memperhatikan pembangunan Pemkot.

“Harusnya saat pak Armuji jadi DPRD, bisa memperhatikan. Seperti Terminal Park and Ride, Shelter dan lajur sepeda hanya formalitas. Aset untuk rakyat bukan gegayaan,” katanya.

MA menilai, Armuji selama menjadi 4 periode anggota DPRD Surabaya, tidak ada hasilnya kerja yang dibangun. “4 periode Armuji nggak ada hasil. Yang dibangun formalitas dan pencitraan,” katanya.

 

Rp 1 Juta per KK

Selain itu, paslon MA-Mujiaman akan menyiapkan dua kebijakan menanggulangi kemiskinan yang semakin meningkat. "Untuk menanggulangi kemiskinan yang terjadi di Surabaya adalah memang ada peningkatan yang luar biasa. Tentunya ada dua hal, pertama mengurangi beban dari masyarakat miskin yang kedua adalah meningkatkan pendapatan masyarakat," kata Machfud dalam debat.

Pada kebijakan mengurangi beban masyarakat, lanjut Machfud, dia berjanji akan membuat berbagai program. Di antaranya pendidikan gratis, bantuan tunai dan jaminan kesehatan bagi yang belum tercover.

Tak hanya itu, Machfud juga akan menyiapkan program bedah rumah. Adapun jumlah yang akan dibedah yakni 2 ribu rumah pertahunnya. "Kami juga akan melakukan bedah rumah 2 ribu pertahun. Kami juga akan memberikan per KK Rp1 juta dan sembako murah," tutur Machfud.

Sedangkan untuk peningkatan pendapatan, Mujiaman menyebut akan memberikan program sertifikasi pekerja. Tak hanya itu, pihaknya juga akan memberikan modal kerja sebesar Rp 1 juta per KK. "Dari sisi bisnis secara formal sertifikasi harus. Kemudian informal ada permodalan, kita sudah siapkan Rp1 juta per KK untuk membantu permodalan yang belum mampu kemudian," kata Mujiaman.

 

Rp 150 Juta per RT

Selain itu, Cawali 02 Mujiaman menyebut, bahwa program Rp 150 juta per RT juga sedang disiapkan secara mandiri untuk di seluruh RT di Surabaya. Hal ini juga dikembangkan untuk meningkatkan kesejehteraan para nelayan di kawasan pesisir yang diambilkan dari dana RT itu.

“Kita punya garis pantai yang panjang dan ribuan nelayan, produktifitas nelayan tinggi, tapi belum banyak di-cover. Nah, dari program Rp 150 juta per RT, bisa dikembangkan juga untuk masyarakat nelayan di pantai timur nantinya, dari dana itu,” jelsa mantan Dirut PDAM Surabaya itu.

 

Eri: Chips untuk Lansia

Sementara, dalam debat semalam, ada paham yang keliru. Paslon 01, lupa mereka bukan incumbent. Jawaban-jawabannya seolah mereka adalah yang selama ini pengelola kota Surabaya.

Seperti saat pelayanan publik yang akan dioptimalkan melalui media elektronik serta memberikan fasilitas publik yang ramah. Selain itu, juga memberikan listrik dan air gratis kepada para lansia. “Saat ini juga untuk para lansia kami berikan posyandu lansia di mana akan kita tingkatkan menjadi 15 ribu bukan 11 ribu Posyandu lansia, karena lansia ini di tahun 2020 akan semakin bertambah. Karena itulah pemerintah kota akan hadir Kami selalu akan memberikan yang terbaik kepada para lansia dan kami akan memunculkan kegiatan untuk para lansia, bagaimanapun lansia ini adalah bagian dari pemerintah kota yang harus kita sejahterakan," jelas Eri Cahyadi.

Bahkan, para lansia itu, oleh Eri-Armuji, akan diberi gelang chips, untuk memantau dan mendeteksi pergerakan para lansia. “Kami memiliki program di mana para lansia ini akan kami berikan gelang chips yang akan memantau di mana keberadaan mereka berada bisa mendeteksi dimana merekaz punya penyakit apa, di mana rumahnya kalau mereka merasa hilang, mereka tidak tahu rumahnya, setiap orang akan bisa dengan chips yang akan dipakai ini akan bisa terdeteksi dan akan diantar ke tempatnya," kata Cawawali nomor urut 1, Armuji. alq/mbi/cr2/ril