•   Rabu, 16 Oktober 2019
Internasional

Selamatkan Ratusan Warga Yazidi Tawanan ISIS

( words)
Abdullah Shrim, 43, pria Irak penyelamat ratusan warga Yazidi yang ditawan ISIS


Sejauh ini, Abdullah Shrim, 43,pria murah senyum yang suka berteman ini telah menyelamatkan 338 anggota komunitas Yazidi yang ditawan kelompok Islamic State atau ISIS. Hampir semua tawanan berasal dari Suriah. Perannya sebagai penyelamat ini jauh dari latar belakangnya sebagai peternak lebah dan pebisnis. DOHUK, Ahmed Mustofa.
Telepon Shrim hampir tidak pernah berhenti berdering. Sebagian besar panggilan dan pesan dari warga Yazidi yang meminta bantuan untuk menemukan keluarga mereka yang ditawan ISIS. Panggilan lain berasal dari orang-orang yang mengancam akan membunuhnya.
”Saya tidak berpikir sejenak bahwa saya bisa terlibat di ladang penyelamatan, untuk menyelamatkan seseorang,” kata Shrim, di rumahnya di sebuah desa dekat Kota Dohuk, wilayah Kurdistan di Irak.
ISIS menyerbu kota-kota Yazidi di dekat Gunung Sinjar, di Irak utara, pada bulan Juni 2014. Kelompok radikal ini dilaporkan menjalankan misi pemusnahan etnis minoritas itu dengan alasan tidak beriman.
Ratusan pria etnis minoritas itu tewas dan perkiraan lebih dari 6.000 orang lainnya kebanyakan wanita diambil sebagai budak seks.
Beberapa bulan setelah ISIS diusir dari sebagian besar wilayah Irak dan Suriah, setengah dari tahanan Yazidi masih hilang. Beberapa di antaranya telah terbunuh, sementara yang lain diyakini telah dibawa ke Turki oleh ISIS atau dijual ke “lingkaran perdagangan” manusia. Shrim dan yang lainnya, percaya bahwa ratusan tawanan masih hidup dan berada di Suriah.
Shrim sendiri memiliki 56 saudara yang jadi tawanan ISIS. Beberapa bulan setelah mereka diculik, salah satu keponakannya berhasil menghubunginya dari Raqqa bekas wilayah kekuasaan ISIS di Suriah untuk memohon bantuan. Shrim yang telah tinggal dan bekerja di Kota Aleppo, Suriah, bergegas melakukan misi penyelamatan.
”Saya menelepon teman-teman saya di sana dan bertanya apa yang bisa saya lakukan untuk menyelamatkan mereka?,” kata Shrim.
”Mereka menasihati saya untuk bekerja sama dengan penyelundup rokok. ISIS menganggap rokok haram (terlarang di bawah hukum Islam), jadi orang yang menyelundupkan rokok terbiasa dengan banyak bahaya,” ujarnya.
Shrim, komunitas Yazidi dan milisi Kurdi lainnya kemudian membangun jaringan. Awalnya dia pergi ke Suriah sendiri di daerah-daerah yang dikendalikan oleh orang-orang Kurdi Suriah yang bersimpati. Tapi setelah perselisihan antara pihak Kurdi Irak dan Suriah, itu menjadi tidak mungkin.
Kemudian ISIS mengusir orang Kurdi yang tinggal di Raqqa. Setelah itu, Shrim mengatakan bahwa mereka harus bergantung pada orang Arab Arab untuk membantu mereka, dan penyelamatan menjadi lebih sulit. 04

Berita Populer