•   Kamis, 23 Januari 2020
Ekonomi China

Semakin Memburuk, Begini Ekonomi Hong Kong

( words)
Suasnaa keramaina pusat perbelanjaan Hong Kong sebelum aksi protes membara. SP/rpb


SURABAYAPAGI.com, Hong Kong – Semenjak Hong Kong diguncang aksi protes besar-besaran, perekonomian Hong Kong lah yang paling terdampak, bahkan saat ini ekonomi Hong Kong diambang resesi.

Hal tersebut dikonfirmasi dari data pemerintah dengan semakin terbebaninya ekonomi Hong Kong oleh meningkatnya aksi protes anti-pemerintah dan perang perdagangan antara AS dengan China.

Ekonomi Hong Kong menyusut 3,2% sepanjang Juli-September 2019 dari kuartal sebelumnya. Laju produk domestik bruto (PDB) yang terkontraksi selama dua kuartal berturut-turut memenuhi definisi teknis soal resesi.

Sementara itu, PDB secara keseluruhan untuk tahun ini diperkirakan akan terkontraksi 1,3% dari tahun sebelumnya.

Dengan tidak berakhirnya protes, analis memperingatkan pusat keuangan dan perdagangan Asia ini berpotensi menghadapi kemerosotan yang lebih panjang dan lebih dalam dibanding saat krisis keuangan global pada 2008/2009 dan epidemi SARS pada 2003.

Prospek suram memberikan gambaran yang tidak jauh berbeda dengan pemandangan yang terlihat pada jalan-jalan di kota Hong Kong saat ini.

Aksi unjuk rasa, yang seringkali disertai kekerasan, terhadap pemerintah, memaksa pusat perbelanjaan, restoran dan toko tutup atau buka pada jam-jam yang lebih pendek di banyak distrik.

"Kami memandang aksi protes akan berlanjut hingga 2020 kecuali jika pemerintah Hong Kong akan melakukan sesuatu yang benar-benar signifikan untuk mengakhiri konflik" kata Iris Pang, ekonom ING untuk kawasan China.

Jika aksi protes tidak kunjung berakhir, analis mengatakan bahwa penurunan ekonomi Hong Kong akan menjadi lebih buruk, di mana PDB dapat terus menyusut lebih lanjut pada kuartal ini hingga tahun depan.

ING memperkirakan ekonomi Hong Kong menyusut sebesar 2,2% pada 2019 dan 5,3% pada 2020.

Pusat keuangan dan perdagangan Hong Kong sudah di bawah tekanan kuat dari perang tarif yang berkepanjangan antara Washington dan Beijing, tetapi demonstrasi yang semakin parah, yang telah berlangsung selama lebih dari lima bulan, memberikan kerugian yang lebih menyakitkan.

Banyak wisatawan membatalkan yang perjalanan ke Hong Kong, sementara peritel terhuyung-huyung karena penurunan tajam dalam penjualan. Di saat yang sama pasar saham juga ikut goyah dan menambah tekanan yang dirasakan dari perlambatan ekonomi China.

Berita Populer