•   Kamis, 21 November 2019
Peristiwa Internasional

Semakin Panas, AS dan Australia Serukan Travel Warning ke Hong Kong

( words)
Aksi demonstran menjebol kaca SP/Fnrl


SURABAYAPAGI.com - Situasi Hong Kong makin panas. Amerika Serikat (AS) mengeluarkan peringatan perjalanan atau travel warning bagi warganya yang ingin berkunjung ke Hong Kong.

Hal ini diakibatkan oleh aksi demonstrasi ini membuat Hong Kong menghadapi krisis terburuk sejak kembali ke China dari kekuasaan Inggris pada tahun 1997.

Protes di pusat keuangan Asia itu awalnya untuk menentang rancangan undang-undang ekstradisi yang sekarang ditangguhkan. Namun kemudian berkembang menjadi tuntutan langsung bagi pemerintah Hong Kong dan menyerukan demokrasi penuh.

"Protes dan konfrontasi telah meluas ke wilayah di mana polisi telah mengizinkan pawai atau demonstrasi," demikian postingan di situs web Departemen Luar Negeri AS, Rabu (7/8) seperti dikutip Reuters.

Tak hanya AS, Pemerintah Australia juga memperingatkan warganya untuk ’berhati-hati’ melakukan perjalanan keHong Kong. Langkah itu diambil setelah China mengatakan wilayah itu menghadapi krisis terburuk sejak dikembalikan dari Inggris pada 1997.

Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia (Dfat) mengatakan: "Ada risiko konfrontasi dengan kekerasan antara pengunjuk rasa dan polisi, atau orang-orang yang terkait secara kriminal, terutama pada protes yang tidak sah".

Situasi di kota Hong Kong terus memanas setelah sejumlah aksi unjuk rasa pro-demokrasi dalam beberapa hari terakhir, berujung bentrok dengan aparat keamanan.

Hong Kong telah jatuh ke dalam krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya selama dua bulan terakhir, yang dipicu gerakan menentang perubahan dalam Undang-Undang Ekstradisi, yang memungkinkan para pelanggar di Hong Kong untuk diekstradisi ke China daratan.

Akhir pekan ini, akan lebih banyak protes direncanakan di beberapa distrik di seluruh Hong Kong, dimulai pada Jumat (9/8). Demonstran juga merencanakan unjuk rasa tiga hari di bandara internasional Hong Kong.

Berita Populer