Sempat Shock, Bangkit Setelah Jamu Menjadi Salah Satu Penambah Imun

Siti Aminah mewakili orang tuanya Suwarning saat menerima bantuan di rumahnya di Desa Weduni Kec Deket Lamongan. FOTO:SP/MUHAJIRIN

Suwarning penjual jamu gendong warga Desa Weduni Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan Jawa Timur ini, menjadi salah satu warga di Kota Soto, yang awalnya shock adanya virus Corona pandemi covid-19, karena ada larangan untuk tidak keluar rumah. Namun berlahan tapi pasti seiring dengan statmen pemerintah kalau jamu bisa menambah imun, saat itu juga ia bangkit untuk kembali beraktivitas agar dapu tetap mengepul.

MUHAJIRIN, Lamongan

Bu Warni demikian ia dipanggil oleh tetangganya. Ia adalah menjadi salah satu warga di Weduni yang masuk kategori warga tidak mampu. Dimasa pandemi seperti ini tentu menjadi masa sulit karena hasil dagangannya terkadang hasilnya tidak seperti yang diharapkan.

Melihat situasi yang demikian itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bekerja sama dengan Polres dan Pemkab Lamongan pada Selasa (27/10/2020) yang lalu, memberikan bantuan paket sembako dan sejumlah uang kepada pedagang jamu tradisional gendong ini di rumahnya.

"Alhamdulillah kepada teman-teman wartawan yang tergabung di PWI, dan Polres serta Pemkab Lamongan atas bantuan yang diberikan, bantuan ini sangat berarti bagi saya dan keluarga untuk menyambung hidup," ungkapnya polos saat surabayapagi.com mendatangi rumahnya.

Ia lantas bercerita, selama masa pandemi covid-19 pada awal-awal itu, ia harus shock dan sempat tidak beraktivitas. Selain tidak boleh keluar masuk kampung, pada saat itu juga orang-orang dilarang berinteraksi langsung dengan siapapun, apalagi orang yang bukan satu kampungnya.

Karena usaha jualan jamu gendong yang digelutinya harus ketemu calon pembeli, maka dengan sangat terpaksa ia menerima himbauan oleh pemerintah untuk sejenak berhenti sambil melihat situasi dan kondisi.

Namun ada angin segar dirasakan oleh Suwarning yakni statmen pemerintah kalau jamu gendong menjadi salah satu yang bisa menambah dan meningkatkan imun disaat masa pandemi. Statmen itu seakan menjadi vitamin dirinya untuk bangkit dan beraktivitas.

Ia lalu beraktivitas seperti biasa menjajakan jamu hasil olahannya ke tetangga baik di kampungnya maupun di luar kampung."Jual jamunya di sekitar kampung Weduni dan terkadang ke kampung sebelah," kata Siti Aminah anak Suwarning yang ditemui Surabaya pagi.com di rumahnya.

Tentu hasil jerih payahnya dengan menjual jamu gendong, dan sebagian terkadang mengirim pesanan ke pelanggan kata Siti, digunakan untuk membiayai hidup keluarganya, meski dalam kondisi perekonomian keluarga yang kurang bagus. "Hasil jual jamu ibu selama ini alhamdulillah bisa untuk biaya nyambung hidup, yang terpenting dapur masih tetap mengepul," kata Siti menceritakan.

Nafsiyah salah satu tetangga korban menyebutkan, kalau selama pandemi ia melihat kalau ibu Suwarning masih menjalankan aktivitas jual jamu, meski dalam kondisi tidak menguntungkan karena orang pada saat itu masih enggan keluar rumah. "Jualan tapi ya itu tidak bisa normal dan hasil yang didapat tidak sesuai," akunya.

Ia bersama dengan masyarakat kata Nafsiyah sebenarnya cukup terbantu dengan jamu gendong milik Suwarning, karena jamu bisa meningkatkan stamina dan menjaga imun dan kekebalan tubuh, cuman terkadang yang dijual stok nya masih kurang banyak.

Hal yang demikian itu pemerintah harus ikut memikirkan bagaimana penjual jamu ini bisa produksi lebih banyak dan bisa berjualan memenuhi pasar. "Pelaku usaha yang seperti ibu Suwarning ini harus mendapatkan perhatian pemerintah untuk bisa support pendanaan dan lain-lain, untuk bisa meningkatkan pendapatan," harapnya.(*)