Sepi Orderan, 2 Driver Ojol jadi Preman

Sepinya orderan karena masyarakat banyak yang berdiam diri di rumah membuat penghasilan para driver ojek online menurun. Untuk menyiasatinya, tak banyak driver ojol yang harus beralih profesi. Namun hal itu diartikan berbeda oleh kedua ojol di Surabaya. Mereka justru beralih menjadi preman untuk mendapatkan uang. Berikut laporan wartawan Surabaya Pagi Jemmi Purwodianto di Surabaya,

Dua driver ojol yang melakukan aksi pemerasan dan pemalakan di jalan Margoyoso Surabaya dibekuk Unit Reskrim Polsek Tegalsari. Keduanya diamankan setelah polisi mendapat laporan dari korban yang bernama Aldo Christian Santoso (31) warga Dharmahusada Surabaya.

Modus yang dilakukan kedua preman itu dengan mengaku korban memiliki hutang rokok. Para preman itu meminta Aldo untuk membayar hutang rokok. Namun saat diminta, Aldo tidak membawa uang tunai.

Korban pun menjaminkan handphone dan kartu ATM nya kepada kepada kedua pelaku untuk mengambil uang tunai. Setelah memberikan uang tunai, kedua preman tersebut berdalih uang yang diberikan kurang.

"Karena panik, korban hanya bisa diam. Terlebih, uang yang dimiliki korban juga kurang untuk membayar. Tersangka meminta korban untuk pulang mengambil uang. Namun, tersangka meminta HP dan ATM, dan KTP korban sebagai jaminan," lanjut Made.

Lantaran tak memiliki uang lagi, korban akhirnya memberikan tangga lipat kepada kedua preman tersebut sebagai gantinya.

"Setelah tangga itu diberikan, dua preman itu tak mengembalikan handphone dan ATM korban, sampai akhirnya melaporkan ke polisi" kata Kapolsek Tegalsari, Kompol Argya Satriya Bhawana, Jumat (3/4/2020).

Berdasarkan ciri-ciri yang disampaikan korban, polisi bergerak memburu pelaku. Kedua pelaku itu diketahui bernama I Gusti Agung Made Surya Wirawan (38) warga Asem Jajar Surabaya dan Hendrik Supriyanto (44) warga Tambak Sari Selatan Surabaya.

Dalam pengakuannya, kedua preman itu dalam kondisi mabuk dan mengancam korban. Sedangkan barang milik korban sudah dijual oleh keduanya untuk berfoya-foya.

Dihadapan penyidik, tersangka mengaku baru pertama kali melakukan aksi tersebut. Ia mengaku lantaran sepi orderan imbas dari dampak corona.

"Baru pertama kali ini pak. Karena orderan sepi juga pas musim corona. Tangga stainles nya saya jual laku Rp 300 ribu," singkat Hendrik.(Jem)