Sidak Tata Kota, Pemkot Targetkan Lapangan Tembak Internasional Rampung Tah

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengajak jajaran Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Surabaya sidak ke beberapa tempat di Kota Surabaya. Dalam sidak ini, turut serta Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Ery Cahyadi dan juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati dan jajaran Pemkot Surabaya lainnya.
Risma mengawali sidaknya ke kawasan Balai Pemuda yang saat ini sedang dilakukan pembangunan Alun-alun Suroboyo. Saat itu, ia memberikan arahan kepada jajaran DPRKPCKTR untuk penyempurnaan desain alun-alun yang nantinya juga dibangun di bawah tanah.
Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke kawasan Jalan Blauran dan mengecek beberapa gang dan diminta untuk diperbaiki saluran dan pavingnya. Kunjungan berikutnya di SDN Pegirian Kecamatan Semampir yang lokasinya masuk ke gang rumah warga. Di sekolah itu, Risma meminta untuk melakukan renovasi sekolah menjadi tiga lantai.
Sidak berikutnya, jajaran Pemkot Surabaya melihat langsung progres pembangunan Lapangan Tembak Internasional yang ada di Kedung Cowek. Saat itu, Wali Kota Risma memastikan arena untuk latihan menembak itu ditargetkan rampung tahun ini dan diusahakan bisa berfungsi tahun ini.
Bagi dia, pembangunan lapangan tembak internasional ini sangat penting karena ternyata Kota Surabaya sudah dipercaya dan sudah dikenal oleh para shooter professional. Bahkan, beberapa waktu lalu rencananya Surabaya dijadikan tempat kejuaraan dunia menembak, tapi karena lapangan itu belum selesai, maka dibatalkan dulu. “Nah, kalau nanti ini sudah selesai, saya nanti akan tawarkan ke mereka, mungkin tahun 2020 kejuaraan dunia menembak bisa dilakukan di sini,” katanya.
Selain itu, Risma juga menilai pembangunan lapangan tembak internasional itu sangat potensial karena banyak shooter professional dari dalam dan luar negeri sering menggelar acara di Surabaya. Oleh karena itu, apabila lapangan ini sudah selesai, maka nanti bisa disewakan dan saat ini sudah disusun Perda untuk sewa lapangan itu.
Sementara itu, Kepala Bidang Bangunan Gedung DKPCKTR Surabaya Iman Krestian Maharhandono menjelaskan lapangan tembak internasional itu dibangun di atas lahan seluas 3 hektare milik Pemkot Surabaya. Dalam satu lokasi, akan dibangun dua arena lapangan tembak "outdoor" (luar ruangan) dan "indoor" (dalam ruangan).
“Yang outdoor atau blok A, sudah kita bangun tahun lalu dan sudah selesai strukturnya. Tahun ini hanya sedikit pekerjaan struktur lanjutan dan ada pekerjaan mekanikal elektrikal, plumbing dan finishing,” kata Iman ditemui saat mendampingi Risma.
“Jadi, tahun 2018 kami menyelesaikan pematangan lahan secara keseluruhan, pemagaran dan penyelesaian struktur blok A. Sedangkan tahun 2019 ini, kami akan melanjutkan finishing dan saat ini proses lelangnya sedang berlangsung,” kata dia.
Di samping lelang itu, ia mengaku juga sedang mempersiapkan perencanaan lapangan tembak yang indoor atau blok B. Rencananya, lelang terpisah ini juga dilakukan tahun ini. Di blok B ini, akan dibangun 3 lantai yang terdiri dari lantai pertama atau basement yang bisa digunakan untuk parkir mobil sebanyak 65 unit dan beberapa fasilitas penunjang lainnya.
“Sesuai arahan Bu Wali, semuanya ditargetkan rampung tahun ini, mohon doa untuk semuanya,” pungkasnya.