•   Jumat, 28 Februari 2020
Geliat Partai Politik

Skor Penjaringan Gerindra, Machfud Arifin Tertinggi

( words)
FOTO: Rekom DPC Gerindra Surabaya untuk Pilwali Surabaya 2020 mendatang. Sekretaris DPC Partai Gerindra Surabaya AH Thony mengaku pihaknya sengaja tidak mencantumkan skor lantaran pihak DPP punya pertimbangan lain.


SURABAYA PAGI, Surabaya - Sebanyak empat nama akhirnya ditetapkan oleh DPC Partai Gerindra sebagai kandidat terbaik maju Pilwali Surabaya. Berdasarkan nilai tertinggi, mereka antara lain Machfud Arifin, Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans, Hariyanto dan Gamal Albinsaid.
Lalu, kepada sosok yang mana rekom dari DPP Gerindra bakal diberikan?
Terkait pertanyaan ini, Sekretaris DPC Partai Gerindra Surabaya AH Thony mengaku kalau semua keputusan bakal berada di DPP. Pasalnya, pihak DPP punya pertimbangan lain selain nilai para bacalon. Misalnya saja, bacalon Gamal yang punya nilai paling jeblok, justru elektabilitasnya lebih tinggi. Bisa saja malah Gamal yang diusung.
Walau begitu, apapun keputusan DPP, keempat kandidat tersebut memiliki kualitas untuk meneruskan pembangunan di Surabaya yang selama ini belum seluruhnya disentuh Tri Rismaharini alias Risma.
"Kalai ditinjau dari empat orang yang terpilih itu, seluruhnya punya keistimewaan yang berbeda dan latar belakang yang berbeda pula. Sehingga nanti siapapun yang terpilih, kelihatannya akan menyempurnakan warna dari Surabaya,” sebut anggota DPRD Surabaya itu.
Koalisi besar
Di lain pihak, Gerindra sendiri menyadari kalau mereka tidak bisa mengusung calon sendiri. Oleh sebab itu, mereka terus gencar berkomunikasi dengan partai lain demi membentuk koalisi.
Bahkan, hasil dari kekuatan yang dihimpun nanti, sangat mungkin memunculkan head to head dengan PDIP sebagai pemilik kursi terbanyak di DPRD Surabaya (15 kursi).
"Sangat berpotensi ketemu head to head," AH Thony di Surabaya, Selasa (14/1/2020). “Nah, kalau PDIP itu kan cenderung menutup diri. Jadi, partai-partai lain bakal bergabung bersama kami."
Mengenai hal itu, AH Thony meyakini lantaran memprediksi statement Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, Adi Sutarwijono alias Awi. Menurutnya, beberapa waktu yang lalu, Awi menyebut kalau PDI sudah terbiasa dengan tradisi mengusung calon sendiri karena kecukupan kursinya. Terhadap statement Awi tersebut, Gerindra memahami karena memang PDIP punya suara besar.
“Lha kami juga menyadari bahwa kekuatan kami kecil, makanya kami berhimpun dengan kekuatan yang lain,” katanya.
Dari kekuatan yang lain ini, bisa memunculkan sebuah pandangan, siapa bakal calon yang memiliki prestasi lebih baik untuk bersama-sama diusung di Pilwali Surabaya.

Berita Populer