•   Sabtu, 23 November 2019
Otonomi Daerah

Soal Sanksi Guru Cabul, Dinas Pendidikan Tunggu Keputusan Inkracht

( words)
Pelaku pencabulan yang juga seorang guru ini saat ditanyak oleh Kasatreskrim Polres Lamongan dalam Pers Releasnya beberapa waktu lalu. FOTO:SP/MUHAJIRIN


SURABAYA PAGI, Lamongan - Meski statusnya kini sebagai tersangka, dan di tahan di Mapolres Lamongan, SR oknum guru cabul sebuah lembaga pendidikan SD di Kedungpring ini masih bisa sedikit tenang, karena statusnya sebagai guru PNS masih melekat, dan belum ada keputusan apapun terkait sanksinya.

Kepala Dinas Pendidikan Adi Suwito kepada awak media menyebutkan, pihaknya masih belum mengambil keputusan apapun terkait sanksi SR. Hal itu dilakukan karena pihaknya masih menunggu keputusan dari Pengadilan Negeri.

"Untuk oknum guru SR kita belum bisa mengambil keputusan sanksinya seperti apa, karena masih menunggu keputusan sidang inkracht dari Pengadilan Negeri Lamongan, kita masih terapkan praduga tidak bersalah,"kata Adi menegaskan.

Kalau keputusan dari PN sudah turun tentu, pihaknya bersama pertemuan antara Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Inspektorat, Bagian Hukum Pemkab Lamongan, melakukan pertemuan untuk membahas dan menentukan sikap.

Dijelaskannya, pihaknya tidak menduga sebelumnya jika oknum guru SR (46) yang tiap harinya aktifitas di SDN di Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan, mempunyai segudang prestasi. Sontak, informasi memboming ketika beberapa korban melaporkan ke Polres Lamongan.

Sementara, perlakuan tidak senonoh yang dilakukan oknum guru SR tersebut terbongkar ketika ada korban sebut saja bunga yang berani mengungkapkan kepada orang tuanya. "Pak guru seringkali meraba-raba sejak kelas lima," ujar salah satu orang tua kepada awak media saat itu.

Yang membuat miris, pelaku acapkali akan melakukan perbuatan cabul itu, menggunakan cara pengancaman akan memberikan nilai jelek jika tidak dituruti kemauannya. Aksi tersebut termasuk nekad, pasalnya, dilakukan di dalam kelas, perpustakaan dan rumah pelaku.

Rupanya, tak hanya korban siswi perempuan saja melainkan ada yang berjenis laki laki. Kesemua siswa di lembaga pendidikan itu berani berterus terang kepada orang tua mereka ketika oknum guru SR sedang menjalani proses ujian sertifikasi.jir

Berita Populer