•   Selasa, 22 Oktober 2019
Kriminal

Sodomi Siswa di Toilet, Cleaning Service SD di Ringkus

( words)
Abdur Rahman Haris, pria (20) warga Kalisari pelaku pencabulan dibawah umur dengan korban pria yang masih duduk di SD tersenyum saat di rilis di Polrestabes Surabaya Jawa Timur, Jumat (19/10). FOTO : SP/Julian.


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Berdalih tergoda dengan ketampanan bocah SD dan seringnya nonton film porno, Abdur Rahman Haris nekat mencabuli salah satu murid Sekolah Dasar (SD) disebuah sekolahan tempatnya bekerja sebagai Cleaning Service. Ironisnya, pria 20 tahun asal Kalisari Damen 2-A Surabaya ini melakukan sodomi kepada bocah laki-laki yang berusia 7 tahun ini di toilet sekolah dan saat jam sekolah berlangsung.

Tak pelak, Haris pun diamankan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya. Dihadapan petugas, Haris mengaku jika mengancam korban jika tidak mau menuruti perintahnya. Karena takut, korban pun mau melayani nafsu bejat pelaku.

"Saya ancam jika tidak mau, akan saya kunci dikamar mandi. Saya tergoda bu, karena anaknya ganteng bu," kata Haris, di Mapolrestabes Surabaya.

Ditempat yang sama, Kanit PPA, AKP Ruth Yeni menjelaskan kejadian tersebut terjadi pada saat jam belajar, korban ke toilet sekolahnya untuk buang air kecil. Pada saat itu, pelaku sedang membersihkan toilet, karena pelaku adalah petugas kebersihan di sekolah yang terletak di Jalan Kejawan, Mulyorejo Surabaya itu.

"Dari situlah pelaku melakukan aksi bejatnya. Pelaku juga mengancam korban jika menolak keinginannya," kata Ruth Yeni, Jum’at (19/10/2018).

Ketika berada di dalam, lanjut Ruth, tersangka melepas celana korban lalu memasukan jarinya ke dubur korban, kemudian korban di suruh membungkuk dan memasukan alat kelaminnya.

"Korban sendiri masih berstatus pelajar SD kelas 1 dan berumur 7 tahun," kata Ruth Yeni, Jum’at (19/10/2018).

Pelaku berhasil di tangkap berkat laporan ibu korban yang membuat laporan. Polisi langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku dan dijebloskan kedalam penjara. Pelaku dijerat Pasal 82 UU RI No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. jmi

Berita Populer