•   Senin, 6 April 2020
Pilpres 2019

Strategi Kubu Prabowo Dongkrak Pendukung di Medsos

( words)
Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto memberikan pidato politiknya beberapa waktu lalu. Foto: SP/IST


SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Berdasar hasil survei, pasangan Prabowo – Sandiaga lebih eksis dari kompetitornya di kalangan pengguna tiga platform media sosial besar, seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Sejumlah anggota tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo – Sandiaga mengatakan ini adalah kesuksesan yang tidak terduga. “Kami kaget juga tahu berita ini,” kata juru bicara BPN, Faldo Maldini kepada Tempo pada Rabu, 28 November 2018.
Hal senada diungkapkan tim media sosial Sandiaga Uno, Raditya Putra Pratama. Ia tak menyangka lantaran anggota tim media sosialnya hanya tiga orang. Apalagi, bila mengacu pada temuan pakar media sosial sekaligus pendiri PT Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi, pada 15 November lalu, kubu pasangan Prabowo – Sandiaga dinyatakan kalah dibandingkan kubu Jokowi - Ma’ruf Amin soal pengelolaan kampanye di media sosial. Ismail kala itu mengatakan kampanye kubu Prabowo di media sosial kurang terencana.
Anggota BPN membocorkan strategi mereka. Pertama, menggiatkan influencer. Juru bicara BPN sekaligus politikus Partai Gerindra, Andre Rosiade, mengatakan timnya menggandeng sejumlah influencer relawan Prabowo – Sandiaga untuk mengunggah konten-konten kampanye di media sosial. “Jumlah influencer itu ratusan,” kata Andre kepada wartawan, kemarin. Influencer itu terdiri atas selebgram, selebtwit, hingga YouTuber. Influencer menarasikan kampanye capres dan cawapres yang dibelanya dengan konten-konten program yang diklaim positif. Misalnya melalui infografis program pengembangan ekonomi.
Kemudian, Sandiaga sebagai tokoh sentral di media sosial. Tim media sosial Sandiaga Uno, Raditya, mengatakan cawapres yang dibelanya merupakan tokoh yang berperan penting untuk mendongkrak elektabilitas Prabowo di media sosial. “Kami punya top influencer, yakni Pak Sandiaga.” Menurut Raditya, unggahan-unggahan tim media sosial di akun-akun personal Sandiaga cukup dekat dengan keseharian milenial.
Raditya pun mengakui mereka menang memperoleh atensi dari pengguna media sosial dengan rentang usia 17-35 tahun. Selain mengunggah konten yang lugas dan familiar oleh kalangan milenial, Sandiaga diskusi rutin dengan anak-anak muda yang rajin disiarkan secara langsung, baik melalui Facebook maupun Instagram.
Terakhir adalah konten Juru bicara BPN, Faldo, mengatakan timnya memiliki konten-konten yang substantif dengan sasaran yang terukur. “Kami punya target spesifik.” Ia juga mengatakan bahwa selama ini timnya memakai media sosial sebagai medium untuk mendengar. Jk

Berita Populer