•   Jumat, 13 Desember 2019
Ekonomi China

Sukses Berawal dari Hobi

( words)
Senna Satrio


SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Berawal dari kegemaran minum kopi, dua orang sahabat yakni Senna Satrio (23) dan Sthirayabin (21) mahasiswa Visual Communication Design Universitas Ciputra ini mencetuskan sebuah ide jualan kopi. Namun uniknya mereka berdua "nekat" berjualan kopi didalam kelas, tepatnya ruang 504.

Bermodal awal sebuah kettle dan grinder, Senna memberanikan diri jualan kopi di bangku paling belakang kelas secara diam-diam. Saat itu dalam satu hari ia mampu menghabiskan 250 gram kopi. "Baru hari pertama kita habis 1 box kopi, itu seneng banget. Besoknya kita tambah lagi jadi 2 box," kenangnya.

Selanjutnya kopi yang ia jual semakin diminati hingga kalangan dosen. Bahkan dari pihak dosen mendukung usahanya tersebut. Setelah benar-benar dapat dukungan berbagai pihak, ia mulai membeli peralatan-peralatan lain yang makin melengkapi usahanya jual es kopi.

Nasib baik seolah datang kepada Senna hingga ia ditawari tempat baru oleh salah satu ketua jurusan dan ia tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Pilihan tempatnya di bawah, dilantai 2 dan di lantai 12. Akhirnya dengan segala pertimbangan baik buruknya, ia memilih tempat di lantai 2 yang masih satu lokasi dengan library. Dan resmi dibuka sejak Oktober 2018.

"Kan ini saya berdua sama teman saya rundingan akhirnya pilih di lantai 2 aja di library. Ini semua berkat dukungan dari jurusan, kampus, property management, library juga. Akhirnya semua orang mendukung kita," ujarnya.

Saat Surabaya pagi menanyakan mengapa di daftar menu ada nama kopi pantad, Senna selaku owner dari kedai #.504 SlowBar mengatakan bahwa ia ingin membawa attitude brand nya tersebut lebih terkesan nakal tapi artistik. "Nakal tapi yang tidak korak, nakal yang berpendidikan," katanya sembari tertawa.

Saat ditanya soal menu-menu yang disajikan, ia mengatakan dari yang awalnya hanya es kopi saja, kini sudah berkembang jadi lebih banyak seperti ais kopi pantad, ais susu rahasia, ais renda, ais jongkok, ais kopi pantay, cappucino, espresso, latte, ais/hot aspal, ais/hot tambak dan masih banyak lainnya. Untuk rentang harganya antara 18 - 25 ribu.

Dalam sehari, rata-rata terjual sekitar 50 cup. Untuk pembelinya sendiri kebanyakan dari para dosen dan mahasiswa karena memang tempatnya didalam kampus. Mereka menceritakan, saat berjualan di kelas orang lebih sungkan untuk datang tapi jika di stan siapapun bisa datang dengan leluasa.

"Terkait jam bukanya mengikuti mahasiswa yakni jam 8 sampai 17.30. Sementara saat kita sibuk kuliah, kita ajak temen-teman di UC yang lagi gak ada kelas buat in charge dan membudayakan kerja part time," ujarnya.

Terkait nama-nama unik seputar menu tersebut, diambil dari lingkungan sekitar. "Seperti ais jongkok, kita ambil namanya karena lihat orang sedang jongkok. Ais renda karena dulu ada teman kita sedang menggambar baju yang ada motif renda-renda gitu," tambahnya. Namun dari sekian banyak menu, yang paling jadi favorit yakni kopi pantad dan kopi pantay.

Ia menceritakan nama kopi pantad itu baginya memiliki filosofi. "Hidup seperti pantad, ada yang besar ada yang kecil. Ada yang asli, ada palsu. Ada yang keras ada yang empuk. Ya seperti berpasangan gitu lah," tutupnya.indra

Berita Populer