•   Kamis, 17 Oktober 2019
Kriminal

Sukses Bobol Twitter Google, Hacker Minta Tembusan Pengguna Bitcoin

( words)


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kebobolan sistem keamanan kembali terjadi di platform layanan Google. Baru-baru ini, hacker meretas sistem keamanan Twitter Google yaitu G Suite dan mencoba menipu follower akun Twitter G Suite.
Lantas, hacker pun meminta para follower untuk mengirimkan bitcoin. Modusnya, para hacker akan memberikan giveaway mata uang kripto terbesar di dunia.
Syaratnya, para follower akun Twitter itu pun bisa mengakses giveaway tersebut dengan mengirimkan sejumlah bitcoin terlebih dahulu.
Cuitan penipuan ini dipergoki oleh salah satu pengguna Twitter. Pengguna dengan akun @B_u_r_t_o_n itu lalu men-screenshot cuitan milik akun Twitter G Suite sebelum postingan itu dihapus.
Tanpa perlu banyak penjelasan, giveaway cryptocurrency memang tak pernah ada. Hal itu merupakan cara licik hacker untuk mendapatkan uang digital seperti bitcoin dan lain-lain dengan cara menipu pengguna lain.
"Pagi ini, cuitan yang dipromosikan tanpa izin dibagikan dari akun G Suite. Kami menghapus cuitan itu dan sedang menyelidiki dengan Twitter sekarang," kata juru bicara Google dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Business Insider.
Sementara itu juru bicara Twitter mengatakan, akun milik G Suite itu telah dikunci. Tim Twitter menemukan bahwa akun itu telah diakses secara tak semestinya. Twitter pun akan meneruskan untuk investigasi situasi ini.
Para hacker kerap menggunakan Twitter untuk menyebarkan jebakan-jebakan berkaitan dengan cryptocurrency.
Hal ini pertama diketahui Juli lalu, saat Twitter mencoba untuk memberantas penipu dengan mengunci akun yang mengubah tampilan nama mereka menjadi "Elon Musk."
Sebelumnya, akun palsu yang meniru CEO Tesla Elon Musk juga berbagi cuitan yang akan memberi cryptocurrency dengan cuma-cuma.
Menurut juru bicara Twitter, platform-nya juga mulai mengambil langkah serius untuk menginvestigasi dan membuat investasi dengan sebuah tool guna melawan penipuan cryptocurrency.
Sebelumnya, perusahaan teknologi Target juga menjadi korban peretasan dan penipuan dengan modus

Serupa.

Berita Populer