•   Selasa, 22 Oktober 2019
Agrobisnis

Swasembada Bawang Putih dan 30 Ha Lahan Tanam Bawang Putih

( words)
: Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Suwandi dalam pertemuan Evaluasi Wajib Tanam dan Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Peningkatan Produksi Bawang Putih Nasional di Jogjakarta, Rabu (26/6/2019). (SP/INDP)


SURABAYAPAGI.com - Kementerian Pertanian (Kementan) telah menetapkan peta jalan menuju swasembada bawang putih di tahun 2021. Tahun 2018 hingga 2020 fokus memproduksi benih bawang putih dengan luas tanam mencapai 20 ribu hingga 30 ribu hektar dan 2021 luas tanam lebih dari 90 ribu hektar. Untuk swasembada hanya membutuhkan luas tanam 69.000 hektar, sementara potensi nasional mencapai 600.000 ribu hektar
Terkait hal ini, Kementan bersama Komisi IV DPR RI, Satgas Pangan, KPK dan para importir berkomitmen untuk mensukseskan target swasembada bawang putih 2021. Anggaran pengembangan bawang putih untuk mencapai swasembada tersebut ada tiga sumber, yakni APBN, wajib tanam importir dan swadaya petani. Di tahun 2020, Kementan mengusulkan anggaran pengembangan bawang putih sebesar Rp 1,6 triliun.
“Sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, tadi kami berdiskusi membahas evaluasi pengembangan program bawang putih baik dilakukan oleh APBN maupun wajib tanam 5 persen oleh importir dan mewujudkan swasembada yang ditargetkan 2021. Seluruh aspek juga sudah dibahas dan sesuai waktu bulan Maret 2018, itu ada Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI, tindak lanjut dari rapat ini sudah kami sampaikan kita komit menjalankan itu. Tadi kami sudah absen satu per satu, siapa yang berproduksi, ada yang 10 ton per hektar bahkan ada yang 20 ton per hektar seperti di Magelang. Kami mengapresiasi dan itu sangat bagus,” kata Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Suwandi dalam pertemuan Evaluasi Wajib Tanam dan Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Peningkatan Produksi Bawang Putih Nasional di Jogjakarta, Rabu (26/6/2019).
Suwandi menyebutkan program pengembangan bawang putih sudah menuai hasil yang bagus. Terbukti, luas tanam di tahun 2017 hanya 1.900 hektar dan di tahun 2018 naik menjadi 11 ribu hektar. Di tahun 2019, luas tanam bawang putih ditargetkan 20 ribu hingga 30 ribu hektar dan tahun 2020 ditargetkan menjadi 40 ribu hingga 60 ribu yang semua hasil produksinya dijadikan benih untuk mendukung tercapai swasembada di tahun 2021.
Suwandi menegaskan swasembada bawang putih tahun 2021 harus terwujudkan karena selama 23 tahun terakhir ini, kebutuhan bawang putih hampir 100 persen bergantung pada impor, sehingga hal ini tidak bagus karena harga dikendalikan penuh dari impor. Dengan demikian, Kementan bersama semua pihak sepakat bersama-sama mengejar swasembada dengan konsep hasil tanam dijadikan benih hingga 2021. Untuk swasembada dan konsumsi hanya membutuhkan lahan seluas 69 ribu hektar.
Selain itu, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Suwandi mengatakan pihaknya berencana menanam bawang putih di seluruh wilayah Tanah Air, maksimal seluas 30 ribu hektare. Rencana tersebut akan dilakukan pada tahun ini.
"Tahun ini rencana kita akan menanam (bawang putih) 20 ribu sampai 30 ribu hektare, setelah tahun lalu sukses (menanam) 11 ribu hektare," kata Suwandi usai Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Peningkatan Produksi Bawang Putih di Yogyakarta, Rabu (26/6).
Menurut dia, untuk merealisasikan puluhan ribu hektare bawang putih itu, hasil semua produksi bawang putih pada 2018 diproses menjadi benih, begitu juga produksi pada 2019 akan dijadikan benih untuk tahun depan.
"Rencana tahun depan 2020 dari yang ditanam 20 ribu sampai 30 ribu hektare tahun ini diproses dijadikan benih dua kali lipatnya, jadi tahun depan kita punya target seluas 40 ribu sampai 60 ribu hektare," katanya.

Berita Populer