Tahu Diri, PAN Mojokerto tak Calonkan Kader

SURABAYA PAGI, Mojokerto – Partai Amanat Nasional PAN) memastikan tak membuka penjaringan calon bupati dan calon wakil bupati (cabup-cawabup) di Pilkada 2020. Minimnya perolehan kursi parlemen saat pileg lalu, partai ini pun hanya akan menempel ke kandidat potensial.
Ketua DPD PAN Kabupaten Mojokerto Mohammad Santoso menegaskan, saat ini, partainya tengah memantau perkembangan politik dan munculnya sejumlah kandidat yang serius running di pilkada. Yang jelas, kata dia, PAN Kabupaten Mojokerto tak akan mengajukan kandidat dari kalangan internal.
"Untuk itu, kami mengamati kandidat yang potensial,’’ ujar Santoso, Kamis (16/1).
Santoso menjelaskan, PAN akan merapatkan barisan dan memberikan dukungan penuh terhadap calonnya nanti. Timnya akan all-out untuk memenangkan kandidatnya nanti.
"Kami sadar PAN bukan partai yang memiliki tiket utuh dalam pilkada. Sehingga, kami akan menempel saja nanti. Dan, yang paling kuat,’’ jelasnya.
Keputusan PAN tak akan menimang calon dari kader dan hanya mengusung calon yang kuat, tegas Santoso, diambil setelah rapat kerja wilayah (Rakerwil) yang digelar Minggu (12/1) di Surabaya.
"Karena bukan penentu, kami akan menentukan sikap setelah melihat perkembangan,’’ imbuhnya.
Lalu siapa calon yang dinilai PAN kuat saat ini? Santoso menjelaskan, dari banyak nama kandidat yang bermunculan, PAN tetap akan mempertimbangkannya dengan matang. Yakni, menggunakan teknik survei. Survei independen ini akan digelar dalam waktu dekat. Dengan teknik survei, kata Santoso, PAN akan memahami tingkat popularitas, elektabilitas, hingga kapabilitas kandidat.
"Sampai sekarang, kami melihat dulu. Karena, survei yang akan menentukan calon yang bersangkutan kuat atau tidak,’’ paparnya.
Bukankah rekomendasi PAN sudah dipinang Yoko Priyono? Santoso mengakui, Yoko menjadi satu-satunya kandidat yang serius dan mencalonkan melalui partai berlambang matahari terbit tersebut. Namun, keputusan keluarnya rekomendasi parpol, ditentukan langsung oleh DPP PAN, di Jakarta. Perlu diketahui, saat Pileg 2019 lalu, PAN yang bertarung di lima daerah pemilihan (dapil) hanya berhasil meraih dua kursi.
Dua kursi itu, masing-masing diduduki Mustakim dan Mohammad Santoso. Kursi PAN ini sepadan dengan partai Hanura yang kini diduduki M. Syaikhu Subhan dan Akhiyat. dw/rd