•   Kamis, 17 Oktober 2019
Kriminal

Tahun Baru, Kios Miras Diserbu Pembeli

( words)
Iptu Bima Sakti, Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, mengamankan penjual minuman beralkohol beserta barang bukti miras di kawasan Jarak Surabaya, kemarin. Foto: SP/JULIAN


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sisi lain kondusifnya Kota Surabaya pada malam pergantian tahun baru ini sedikit ternoda dengan aktifitas jual beli miras yang meningkat dari hari biasanya. Terpantau, di seputaran jalan Jarak, wilayah hukum Polsek Sawahan Surabaya, empat toko miras yang saling berdekatan, ramai pembeli.
Ramainya pembeli itu terjadi, Senin (31/12) sekitar pukul 18.00 WIB hingga Selasa (1/1) pukul 02.00 WIB. Aktifitas jual beli miras di seputaran Jalan Jarak itu memang sudah lama. Aktifitas itu hampir tak pernah jera, meski berulang petugas kepolisian maupun gabungan melakukan razia. Alih-alih tutup, usaha miras inipun makin tak sepi peminat.
Pantauan Surabaya Pagi di lapangan, empat toko yang menjual miras berbagai golongan A dan B itu adalah Toko Bintang, Toko Barokah dan dua toko tanpa nama yang terletak tepat di pojok perempatan jalan Jarak-Putat Jaya Surabaya.
Fano, salah seorang pembeli di salah satu kios di antara dua kios yang ada di perempatan jalan itu mengatakan jika ia kerap berlangganan miras disitu. Ia bahkan mengatakan jika modus penjualannya tak seperti dulu. "Kalau dulu, beli langsung di toko, sekarang itu kalau beli disuruh nunggu, barangnya tidak ditaruh di toko situ, penjualnya telepon, terus diantarkan," kata Fano.
Sementara itu, salah satu warga setempat menyebut di antara empat toko itu, yang terbesar adalah toko Barokah, milik pria berinisial WG. warga sebut saja Topan (bukan nama sebenarnya) itu mengatakan jika WG tetap leluasa berbisnis miras meski kerap dirazia lantaran punya banyak backing oknum kepolisian. "Ya ada sih mas, cuma saya tidak tau polisi (oknum) mana. Kadang datang minta minuman gratis kadang juga uang. Tapi saya tidak tahu pastinya berapa," ujar Topan.
Sementara itu, Kapolsek Sawahan, Kompol Dwi Eko mengatakan kepada Surabaya Pagi, jika kios-kios tersebut kerap menjadi langganan razia. Bahkan, Sabtu (29/12) lalu ia dan anggotanya terakhir kali merazia kios "ndablek" tersebut.
"Hari Sabtu sudah digrebek, tapi kosong semua mas, saya terus terang ingin toko miras itu tutup. Mohon maaf lain waktu saya grebeg lagi," tegas Dwi Eko saat dihubungi Surabaya Pagi.
Lantaran informasi tersebut sampai ke Kombes Pol Rudi Setiawan, membuat orang nomor satu di Mapolrestabes Surabaya itu segera bertindak. Senin, (1/1) siang, Rudi menerjunkan unit Resmob Satreskrim Polrestsbes Surabaya untuk bergerak menggerebek empat toko miras itu. "Saya perintahkan serbu sekarang," tegas Rudi tanpa kompromi.
Ketegasan Rudi cukup beralasan. Selama ini, Kepolisian selalu berusaha maksimal menjaga kondusifitas Surabaya dari peredaran miras yang ilegal dan tidak pada tempatnya.
Terakhir, Rudi telah mengamanan pelaku tersebut. "Kami sudah amankan dua orang di dua toko yang buka saat penggerebekan oleh tim resmob" tutup Rudi kepada Surabaya Pagi.

Berita Populer