•   Senin, 30 Maret 2020
Kriminal

Tak Bisa Baca-Tulis, Dua Pemuda Ini Mahir Jambret HP

( words)
Dua tersangka bersama polisi dan barang bukti


SURABAYAPAGI.COM, Genteng - Dua pemuda yang mengaku tak pernah mengenyam bangku sekolah ini terpaksa harus berurusan dengan polisi. Pasalnya mereka tertangkap warga usai menjambret sebuah handpone milik seorang perempuan di jalan Kayoon Surabaya.

Keduanya adalah Afendi alias Pendi (26) warga Sawah Pulo Surabaya dan Saiful Bahri (19) warga rusun Tanah Merah Surabaya. Mereka menjambret handpone milik korbannya saat sang korban membuka google map untuk mencari lokasi tujuan.

Afendi selaku eksekutor mengaku jika dirinya memang kerap beraksi bersama sahabatnya itu. Mereka mengaku tidak bisa baca tulis dan tak pernah berniat memakai handpone hasil jambretnya.

"Iya mas, saya gak pernah sekolah, sama kayak dia (saipul). Jadi gak pernah pakai hp. Langsing saya jual itu ke pasar maling," akunya.

Aksi ini merupakan aksi kelima mereka. Tiap berhasil keduanya menjual dengan harga sangat murah, berkisar 300-400 ribu rupiah.

"Ya buat kebutuhan sehari-hari, belanja sama beli miras gitu mas," imbuhnya.

Kapolsek Genteng, Kompol Ari Tresetiawan mengatakan, saat diamankan keduanya dalam kondisi terkulai usai dihajar massa. Keduanya memang merupakan target operasi anggotanya karena kerap beraksi di wilayah Genteng.

"Alhamdulillah mas, ini memang target kami karena kerap beraksi diwilayah Genteng sasarannya perempuan dan jam kerjanya malam hari," kata Ari, Selasa (16/1) siang.

Akibat perbuatannya, dua jambret muda ini harus mendekam ditahanan polsek Genteng dengan jeratan pasal 365 KUHP.

Berita Populer