•   Selasa, 22 Oktober 2019
Agrobisnis

Tak Disangka-Sangka Drone Bisa Bantu Petani untuk Tebar Benih Padi

( words)
Sesi foto bareng setelah tebar benih padi dengan Drone SP/Indstr


SURABAYAPAGI.com - Kementerian Pertanian (Kementan) kembali mencetak sejarah baru memajukan sektor pertanian. Kali ini melakukan penanaman padi dengan menggunakan drone tebar benih di lahan rawa.

Lahan rawa yang digunakan adalah hasil Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) seluas 3.591 hektare (ha) di Desa Muara Padang, Kecamatan Muara Padang, Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (4/9/2019).

Dalam siaran resminya, Direktur Alat dan Mesin Pertanian, Kementan, Andi Nur Alam Syah sekaligus Penanggung Jawab Program SERASI Sumatera Selatan menjelaskan penanaman padi seluas 3.591 hektar ini merupakan bagian dari total target penanaman padi 200.000 hektare seluruh Provinsi Sumatera Selatan hingga bulan Oktober 2019. Penanaman padi menggunakan drone ini merupakan upaya nyata percepatan tanam dan mendongkrak luas tanam di musim kemarau yang tengah berlangsung.

"Arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Sumatera Selatan ini menjadi lumbung pangan nasional lewat optimalisasi lahan rawa, pastinya dengan Program SERASI. Tanam padi menggunakan drone ini dapat mempercepat tanan. Pengolahan lahan dan panennya menggunakan mekanisasi modern juga. Jadi pasti cepat kita bangun lumbung pangan," demikian dikatakan Andi Nur Alam di lokasi tanam padi.

Lebih lanjut Pria asal Pinrang Sulawesi Selatan ini membeberkan drone penebar benih memiliki keunggulan yang mampu menebar benih untuk satu hektare lahan hanya butuh waktu satu jam dengan kapasitas 50 sampai 60 kilogram (kg) per hektare. Namun jika dibandingkan dengan cara manual, memakan waktu cukup lama dan tenaga kerja yang banyak.

"Kalau tebar padi manual itu, per hektarenya butuh waktu empat jam yang dikerjakan satu orang. Jadi perbandinganya cukup jauh, bahkan biaya lebih efisien," ujarnya.

Andi Nur Alam menambahkan Drone penebar benih ini juga mampu bekerja mandiri sesuai pola atau alur yang sudah dibuat pada perangkat android dan dipandu oleh GPS. Drone ini mampu melakukan resume operation, sehingga operation yang tertunda dapat dilanjutkan kembali sehingga tidak terjadi overlap dalam penanaman dan dilakukan secara otomatis.

"Dengan demikian, adanya percepatan tanam ini membuat optimal kerja alat mesin pertanian seperti traktor dan escavator. Awalnya hanya bekerja 8 jam per hari menjadi 16 jam per hari. Yang lebih penting lagi semangat petani semakin berkobar bekerja," sambungnya.

Berita Populer