•   Jumat, 21 Februari 2020
Ekonomi NKRI

Tak Mau Dianggap Kudet, Bank Jatim Luncurkan Kantor Cabang Online

( words)
Pegawai Bank Jatim SP/JP


SURABAYAPAGI.com - Semakin berkembangnya teknologi industri, tantangan industri perbankan semakin berat. Dampaknya pun sudah mulai terasa bagi perbankan. Pasalnya, gaya hidup masyarakat berubah termasuk dalam hal akses dunia keuangan.

Masyarakat mulai menginginkan kemudahan dalam bertransaksi. Terbukti dari pola transaksi yang belakangan ini lebih banyak melalui teknologi.

"Selera konsumen berubah yang tadinya orang ke cabang, face to face, sekarang transaksi banyak digital," ujar Sukarela dalam acara Decision Maker di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, mengutip Detik (Senin 29/7).

Akibatnya, Dalam 3 tahun terakhir ada 1.000-an kantor cabang bank tutup. Jumlah kantor cabang bank ada penurunan 3%.

Tak ingin dianggap kudet, bank-bank di Indonesia mulai beranjak memangfaatkan teknologi untuk mengikuti tren nasabah. Seperti yang digarap oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM), pihaknya kini sedang membangundigital lounge, atau yang sering diasapa kantor cabang digital.

Hal ini dilakukan agar pihaknya tidak kalah tersaingi oleh teknologi finansial yang sudah meramaikan khasanan simpan-pinjam online.

Digital loungeBank Jatim ditargetkan bisa berdiri tahun ini. Layanan digital memang jadi salah satu pengembangan utama yang dilakukan Bank Jatim.

Ferdian juga menambahkan tahun ini dari belanja modal (capital expenditure) senilai Rp 250 miliar, 60% dialokasikan perseroan untuk pengembangan informasi dan teknologi.

Selain untuk mengembangkan cabang digital, belanja modal tersebut juga digunakan Bank Jatim untuk mengembangkan platform kredit multiguna bagi pegawai pemerintahan secara daring bertajuk Elektronik Kredit Multiguna (E-KMG).

Digitalisasi pengajuan kredit multiguna ini pun disebut Ferdian bertujuan untuk menciptakangood corporate governance(GCG). Sebab selama ini pengajuan kredit mesti melalui bendahara di dinas

“Mereka dapatfee, namun dari KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) pemberian apapun kepada ASN akan dianggap gratifikasi. Makanya kami digitalkan, sehingga pengajuan kredit multiguna dari ASN juga lebih mudah," papar Ferdian.

Karenapayrollmereka juga sudah di kami. berapa yang mereka ajukan, kemudian sistem EKMG akan langsung mencairkan ke rekening ASN,” lanjut dia.

Dengan EKMG pun Ferdian berharap kredit konsumer perseroan bisa meningkat Rp 1 triliun hingga Rp 1,5 triliun atau bertubuh setara 7% per tahun.

Sebab Bank Jatim sendiri memiliki 470.000 pegawai pemerintah di Jawa Timur dari tingkat provinsi hingga kabupaten, dan kotamadya yang menjadi nasabahnya.

Bank daerah lain yang tengah bersiap mendirikan cabang digital adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR).

“Kantor cabang digital dimungkinkan untuk kami luncurkan tahun ini. Selain itu, saat ini kami juga sedang mengembangkan beberapa layanan digital misalnya uang elektronik berbasis server,QR Code,” kata Sekretaris Perusahaan Bank Jabar Banten Muhammad Asadi Budiman kepada Kontan.co.id.

Sayangnya, Asadi enggan menjelaskan lebih lanjut, termasuk soal nilai belanja modal informasi dan teknologi perseroan.

Berita Populer