•   Senin, 14 Oktober 2019
Ekonomi China

Tak Perlu Suntikan Keuangan, Dana Pensiun China Surplus I/2019

( words)
Beberapa lansia China yang duduk dan bercengkrama SP/Okzn


SURABAYAPAGI.com - China saat ini sedang menghadapi ledakan demografis yang artinya populasi lansia tumbuh signifikan dibandingkan populasi angkatan kerja.
Seperti halnya pertumbuhan Signifikan populasi lansia China. Dana pensiun China tumbuh dengan catatan surplus lebih dari 5 triliun yuan (US$726,62 miliar) pada semester I/2019.
Setelah kemarin terdapat laporan yang menunjukkan bahwa dana pensiunChina bakal defisit pada awal 2035, Pemerintah China berhasil meyakinkan bahwa pensiun masyarakat akan dijamin.
"Semua orang harus yakin bahwa kita akan menjamin dana pensiun dasar akan dibayarkan secara penuh dan tepat waktu. Tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga pada waktu mendatang," kata You Jun, Wakil Menteri Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial, dikutip dari Reuters, Sabtu (20/7/2019).
Dia mengungkapkan, ketika pemerintah ingin mengurangi beban pajak pada perusahaan, justru hasil yang terjadi adalah kurangnya kontribusi.
Untuk mengatasi hal itu China telah membentuk cadangan jaminan sosial dan meningkatkan kontribusi yang berasal dari skema dana abadi pemerintah. Pemerintah daerah juga akan berkontribusi untuk menambal kekurangan tersebut.
China telah mengalokasikan subsidi senilai 528,5 miliar yuan ke skema dana pensiunnya pada enam bulan pertama tahun ini. Angka itu tercatat tumbuh 9,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berbeda dengan dana pensiun China yang surplus, laba China Southern Airlines terporosok hampir 50% akibat melambungnya harga avtur dan lemahnya mata uang yuan.
China Southern adalah satu dari 96 perusahaan yang dimiliki dan dikendalikan langsung oleh negara. Oleh karenanya, maskapai tersebut mendapat suntikkan dana dari tiga investor yakni, Guangdong Hengjian Investment Holding Corporation, Guangzhou Urban Construction Investment Group, dan Shenzhen Penghang Equity Investment Fund. Ketiganya bakal menyuntikkan dana masing-masing senilai 10 miliar yuan.
Hal ini dilakukan agar rasio utang terhadap aset maskapai dapat terselesaikan, selain itu digunakan sebagai biaya operasional dan memodernisasi proses pengambilan keputusan.

Berita Populer