•   Sabtu, 11 April 2020
SGML

Tak Terdaftar di DPT Pilgub, Mantan Kombatan JI Ini Gebrak Meja PPS

( words)
Ali Fauzi memasukan kertas suara Pilgub dalam simulasi di desanya. FOTO: SP /MUHAJIRIN KASRUN


SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Karena tidak terdaftar sebagai pemilih di Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilgub Jawa Timur, Ali Fauzi Manzi mantan Kombatan Jamaah Islamiyyah (JI) ini, sempat naik pitam dan menggebrak meja Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Tenggulun Kecamatan Solokuro Lamongan.

Karuan saja, aksi adik almarhum Amrozi yang naik pitam dan menggebrak meja, membuat panik semua pihak, terutama Panitia Pemungutan Suara (PPS) di salah satu TPS di Desa yang dulu sempat dikenal hingga seantero jagad selepas kasus bom Bali, hingga proses pemakaman kakak kandung nya Amrozi cs.

Namun aksi gebrak meja dan ngomong ngotot yang dilakukan oleh Ali Fauzi itu, hanyalah sandiwara saat proses simulasi pencoblosan Pilgub Jawa Timur yang digelar oleh KPU Provinsi bekerja sama dengan KPU Lamongan, di Kantor Desa Tenggulun, Kamis (21/6/2018).

Pria yang sekarang memiliki Yayasan Lingkar Perdamaian penampung eks Napiter itu, ikut simulasi pencoblosan Pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bersama warga Tenggulun, sebagai komitmennya terhadap pesta demokrasi tingkat Provinsi Jawa Timur.

Ali Fauzi seperti disampaikan oleh Eko Sasmito ketua KPU Provinsi Jawa Timur yang hadir dalam simulasi itu, memerankan sebagai warga desa Tenggulun yang tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), padahal ia sangat antusias untuk ikut berpartisipasi dalam gelaran pesta Lima tahunan ini.

Tepat pukul 12.00 lanjut Eko, panggilan akrab Eko Sasmito, panitia menutup proses pencoblosan bagi calon pemilih yang namanya masuk DPT. Lantas membuka pendaftaran dan memberikan kesempatan bagi warga yang namanya belum masuk DPT untuk ikut mencoblos dengan hanya menunjukan identitas diri yakni KTP.

Tidak lama kemudian, Ali Fauzi Manzi datang ke TPS bermaksud untuk mencoblos. Namun harus terlebih dahulu terhenti karena namanya tidak masuk di DPT, padahal domisili dirinya selama ini jelas sebagai penduduk desa Tenggulun dan belum pernah pindah domisili.

Ali Fauzi kemudian balik bertanya petugas, "Yang salah siapa, saya apa petugas?" bentak Ali Fauzi.

Tak hanya bertanya dengan nada lantang dan keras. Pertanyaan Manzi, panggilan Ali Fauzi di medan pertempuran ini bahkan dibarengi dengan menggebrak meja petugas yang membuat tiga petugas perempuan gemetaran.

Image
Si petugas ini kemudian menjelaskan, kalau Ali Fauzi masih mempunyai kesempatan untuk mencoblos dalam pilgub cukup dengan menunjukkan KTP. Penjelasan petugas membuat Ali Fauzi lega dan spontan meminta maaf pada petugas. "Ngapunten, mohon maaf," kata Ali Fauzi.

Ali Fauzi kemudian menunggu giliran panggilan dan berlanjut bisa mengikuti proses mencoblos. Usai mengikuti semua mekanisme pencoblosan, kepada awak media Ali Fauzi mengungkapkan, pihak ingin menjadi warga negara yang baik. "Akan saya buktikan ikut andil dalam pilgub kali ini," ungkapnya.

Manzi mengakui, ia kenal dengan dua cagub Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Saifullah Yusuf. Ia memastikan akan memilih diantara keduanya."Saya kenal baik Bu Khofifah dan kenal baik dengan Gus Ipul," katanya.

Ia berharap pemilihan gubernur kali ini dimanfaatkan hak pilih sebaik-baiknya. Dan jangan ada yang golput. "Dan karena pilihan kita akan sangat menentukan masa depan kita," katanya.

Ditanya terpilihnya Tenggulun sebagai tempat simulasi, menurut Ali Fauzi, kemungkinan latar belakang dulu banyak warga yang terlibat jaringan terorisme, yang anti demokrasi, anti pilihan.

Tapi mindset itu sudah berubah. Fauzi memberikan contoh dirinya adalah bagian dari mereka yang ingin berubah. Menurutnya di Tenggulun ada 20 orang lebih mantan terorisme yang mempunyai hak untuk memilih. "Mereka ada 20 orang lebih," katanya.

Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Jawa Timur, Eko Sasmita mengungkapkan terpilihnya Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro sebagai tempat simulasi karena ada yang menarik, apalagi di Desa ini sebelumnya dikenal sebagai desa yang sempat membuat heboh dunia. Dengan aksi yang dilakukan oleh almarhum Amrozi.

Selain di Tenggulun sebenarnya juga sudah dilaksanakan di beberapa daerah lain di Jawa Timur. "Ada segmentasinya masing-masing," katanya diplomatis. jir

Berita Populer