•   Selasa, 17 September 2019
Traveling

Taklukkan Lompobattang, Polres Gowa Pekikkan Semangat Bahyangkara

( words)


SURABAYAPAGI.com , Gowa - Hawa dingin menusuk tulang terasa di desa paling atas kecamatan Tompubulu, lingkar Sipakatajong, Desa Cikoro, Jumat (21/6) malam.
Perjalanan dari kecamatan Singguminasa menuju desa ujung Cikoro mencapai 5 jam lamanya, membawa badai lelah. Sekira pukul 23.00 WITA, rombongan memasuki Cikoro. kepulan kabut menyambut, setelah tiga perempat perjalanan. Rombongan sampai di rumah warga sekitar desa.
Rumah Daeng Juma, didatangi sekitar seratus orang. Diantara paling banyak adalah TNI-Polri,sisanya perangkat desa, warga dan wartawan. Mereka hendak melakukan ekspedisi puncak Lompobattang dalam peringatan hari Bhayangkara ke 73.
Sosok orang nomor satu di korps seragam coklat Kabupaten Gowa tiba, Sabtu (22/6) sekira pukul 00.30 WITA, masih mengenakan seragam dinas lengkap, AKBP Shinto Silitonga nampak didampingi ibu Oni Shinto Silitonga. Tak terkecuali Dandim 1409 Gowa, Letkol Nur Subekhi MSi.Han.
Kegiatan bertajuk Ekspedisi Lompobattang dalam rangka peringatan hari Bhayangkar ke 73 itu dimulai pukul 07.00 WITA keesokan harinya.
ImageRatusan peserta dibagi dalam empat tim dan beriringan mendaki ke puncak gunung tertinggi kedua di kabupaten Gowa itu.
Jalur ekstrem dan medan terjal serta cuaca tak menentu bukanlah halangan bagi ratusan peserta ekspedisi ini.
AKBP Shinto Silitonga, Kapolres Gowa menyebut, ekspedisi kali ini menjadi refleksi untuk memperingati hari Bhayangkara yang ke 73. Kegiatan ekspedisi ini dilakukan karena pertimbangan geografis dan fisiologis personil.
"Pertama, di Kabupaten Gowa wilayahnya banyak pegunungan, bukit dan hutan. Kedua mendaki gunung ini dapat meningkatkan ketahanan fisik dan psikis. Mengurangi stres serta yang terpenting, kita semua bisa belajar saling menghargai satu sama lain," kata Shinto.
ImageMenempuh waktu hampir sebelas jam pendakian, rombongan ekspedisi Lompobattang tiba di puncak setinggi 2841 Mdpl itu.
Mantan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya itu tiba di puncak bayangan sekitar pukul 17.40 WITA. Rombongan pun memilih mengistirahatkan badan sambil menikmati kota Makassar dan Kabupaten Gowa diatas "leher" Lompobattang.
Perjalanan berlanjut, saat fajar mulai terlihat. Kapolres Gowa dan istri serta Dandim 1409 Gowa mulai melawan takut, menaklukkan medan curam dengan seutas tali untuk dapat sampai ke puncak.
"Jalurnya memang sangat ekstrim, tapi karena keinginan yang kuat, syukur kami semua bisa menikmati keindahaan karya Tuhan yang luar biasa," lanjutnya.
Diatas ketinggian itu, Shinto dan istri kemudian menyerukan ucapan HUT Bhayangkara ke 73.
"Selamat HUT Bhayangkara ke 73, jayalah Bhayangkara Nusantara, NKRI Harga Mati," pekiknya. Fir

Image

Berita Populer