•   Minggu, 5 April 2020
Bisnis Makro

Takut Konsultasi Dengan Psikolog? Lewat Riliv aja!

( words)
Audrey Maxi, Co Founder Riliv, Start Up berbasis konsultasi online. FOTO : SP / Prila


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Rendahnya kesadaran terhadap betapa pentingnya kesehatan mental seseorang menjadi salah satu concern utama platform satu ini. Riliv yang dibuat sejak tahun 2015 dengan bantuan dari Ibu Risma bernama “Start Surabaya” sebagai start up pilihan dipercaya dapat memberikan pengaruh terhadap masyarakat Surabaya. “Riliv sendiri berasal dari kata verb dalam Bahasa Inggris yaitu Relieve berarti melegakan. Tetapi untuk membuat lebih mudah diucapkan maka diubah menjadi Riliv. Kami berharap platform ini dapat memberikan rasa lega bagi penggunanya” Ujar Audrey Maxi, sebagai co founder Riliv yang ditemui Selasa (27/11) di CoWorking Space Siola.
Suatu start up terbentuk dari permasalahan yang mendasar seperti juga Riliv. “Semuanya berawal dari ketika di sosial media banyak yang menyampaikan curhatan tentang masalah pribadi. Hal ini justru dijadikan bahan bully an dan tertawaan. Maka dari itu, kami ingin memberikan wadah bagi orang yang memiliki permasalahan pribadi tersebut.” Ujar Maxi.
“Tidak hanya itu, faktor lain terbentuknya start up ini adalah secara statistik sekitar 14 juta orang punya masalah gangguan emosional depresi menurut rikerdas 2013. Selain itu, adanya orang yang bunuh diri di setiap 40 detik akibat depresi membuat kami terdorong untuk membuat Riliv.” Tambah Maxi.
Riliv memberikan berbagai layanan konseling dengan paket yang beragam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Untuk cara kerjanya cukup mudah dengan membuka webiste atau aplikasi lalu pilih paket. Setelah itu, melakukan transfer yang diikuti konfirmasi pembayaran. Tidak lama, muncul e-mail yang menghubungkan dengan psikolog.” Ujar Maxi.
Terdapat stigma masyarakat Indonesia terhadap orang yang datang ke psikolog membuat Riliv menciptakan jasa konsultasi online. Ternyata, 80 persen pengguna Riliv baru pertama kali konsultasi dengan psikolog profesional.
Permasalahan yang paling sering dihadapi adalah mengenai relationship conflict, anxiety, bullying, dan keluarga. Kini, Riliv sendiri telah menyelesaikan lebih dari 50.000 permasalahan dengan user mencapai 100.000 di seluruh Indonesia.
Kesuksesan Riliv tentunya tidak terlepas dari partner kerjasama yaitu Himpunan Psikolog Indonesia. Tidak menutup kemungkinan untuk orang yang ingin menjadi salah satu konselor di Riliv. Maxi mengajak banyak orang menjadi konsultan yang dapat membantu meringankan permasalahan orang lain. Pr

Berita Populer