Tanamkan Percaya Diri lewat Fashion Show

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Menyambut libur Natal, Kana Furnitur mengadakan beberapa serangkain acara yang dikemas dalam acara Kana Christmas Carnival. Acara ini berlangsung mulai tanggal 13 Desember hingga 15 Desember. Salah satu acara yang menarik ialah Christmas Kids Fashion Show Competition yang diikuti oleh komunitas model cilik dari Komunitas Model Imut (KMI). Acara ini berlangsung di Kana Furnitur Jl. HR. Muhammad no. 27- 19 di Lt 2.

Bagi Kana Furnitur, dengan adanya acara ini, ingin menunjukkan serta berbagi inspirasi tentang cara menatafurnitur dan konsep yang diinginkan. Kana ingin menciptakan cerita indah di keseharian melalui setiap ruang yang ada disekitar kita. Kana Furnitur percaya bahwa setiap ruang bukanlah obyek statis tanpa makna dan terlewat dari ekspresi, serta memori dari sang penghuni. Sebuah cerita memilki plot selalu memilki impresi personal yang terbangun dari relasi ruang dan individu yang ada di dalamnya.

Melalui Christmas Carnival, Kana juga ingin berbagi moment kebersamaan dengan keluarga. Tatanan inspirasi natal yang ada dalam store dan juga additional discon untuk produk-produkfurniture danhome decor, selain itu berbagai rangkaianevent mulai dari bazaar,insipration sharing, serta kompetisi dan whorshop.

Melalui kompetisi fashion yang ditujukan untuk anak-anak ini, paling tidak ingin menanamkan rasa percaya diri. Bahwa mereka dalam usia dini, mereka memiliki bakat dan mereka bisa mengembangkan bakat tersebut agar bisa bermanfaat bagi mereka.

Daniel Yogi Prayogo selaku Visual Merchandiser dari Kana Furnitur sekaligus juri untuk kompetisi menjelaskan, rangakaian acara Cristmas Carnival ini diselenggarakan oleh pihak Kana. Di situ terdiri dari bazaar yang berada di bawah, ada panggung akustik untuk meramaikan acara, juga ada workshop cara membuat sushi dan workshop yang lainnya.

“Biarlah Kana Furnitur ini menjadi jembatan dan tempat yang sama-sama bisa menginpirasi masyarakat Surabaya khusunya. Untuk anak-anak juga menginspirasi anak-anak yang lain dengan bakat yang dimilki,” terangnya.

Kriteria penjurian untuk anak-anak ini adalah satu memang harus menjadi anak-anak, kedua ekspresinya, dan ketiga adalah cara berjalan. Dengan tema yang di usung juga mencari kostum terbaik dan unik mungkin. Karena membebaskan peserta untuk berkespresi dan meningkatkan kreatifitas.

Shindu Takasiwi seorang fashion model yang juga menjadi juri dalam acara ini berharap, acara ini dapat diselenggarakan setiap tahun agar bisa menemukan bakat anak-anak sejak dini dan lebih muncul lagi, karena anak kecil biasanya takut untuk tampil. “Dengan acara ini kan jadi memacu bakat-bakat dari anak-anak yang lain untuk terus tumbuh,” jelasnya.byta