•   Senin, 6 April 2020
Pendidikan

Tanggapan Wapres Soal Penghapusan UN

( words)
Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat memberikan keterangan kepada wartawan.


SURABAYAPAGI.com, Wakil Presiden Ma’ruf Amin turut berkomentar mengenai rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang akan menghapus ujian nasional pada tahun 2021. Ma’ruf Amin mengatakan bahwa selama ini ujian nasional seringkali menjadi standarisasi jenjang pendidikan di Indonesia.

Maruf Amin menjelaskan bahwa penilaian karakter nilai bagi para pelajar itu penting. Menurutnya hal tersebut akan melahirkan sebuah kompetensi bagi siswa serta memiliki integritas.

Namun menurut ia kalau hendak mengganti UN harus ada alat ukur yang efektif sehingga dapat mengukur tingkat standar pendidikan di masing-masing daerah.

"Saya kira karakter nilai penting, karena pendidikan selain melahirkan, memiliki kompetensi juga memiliki integritas maka termasuk tata nilai," ujar Ma’ruf di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019).

Sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim akan menghapuskanujian nasionaltahun 2021. Dia juga telah menyiapkan pengganti UN yang disebut dengan konsep Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Menurut dia, konsep ini merupakan penyederhanaan dari UN yang begitu kompleks.

Dia menyebutkan konsep Asesmen Kompetensi Minimum merupakan asesmen yang mengukur kemampuan minimal yang dibutuhkan para siswa. Kata Nadiem, materi yang dinilai adalah literasi dan numerasi.

"Literasi itu bukan hanya kemampuan membaca, literasi adalah kemampuan menganalisa suatu bacaan. Kemampuan memahami konsep di balik tulisan tersebut," ujarnya.

Sedangkan numerasi, kata Nadiem, ialah kemampuan menganalisa dengan menggunakan angka-angka. "Ini adalah dua hal yang akan menyederhanakan asesmen kompetensi mulai 2021,"jelasnya.

Nadiem menegaskan konsep asesmen itu bukan lagi berdasarkan mata pelajaran maupun berdasarkan penguasaan konten atau materi.

"Ini berdasarkan kompetensi minum yang dibutuhkan murid-murid untuk bisa belajar apa pun mata pelajarannya," tegas dia.

Berita Populer