Targetkan Stunting Turun Menjadi 10 Persen

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Trend angka penderita stunting di Lamongan dari tahun ke tahun terus menurun, bahkan pada tahun 2018 lalu stunting di kota Soto hanya 14,4 persen, dari sebelumnya tahun 2013 sampai 30 persen. Karena itu pemerintah targetkan stunting di turun hingga 10 persen.
Hal itu disampaikan oleh bupati Fadeli saat membuka Rembuk Stunting di Ruang Sasana Nayaka Pemkab Lamongan, Kamis (2/5/2019)."Stunting di Lamongan tahun ini harus turun hingga 10 persen,"pinta Fadeli.
Untuk mewujudkan itu, akhirnya dilakukan rembuk bareng lintas perangkat daerah itu ditandai dengan penandatangan komitmen penuntasan stunting oleh Sekkab Yuhronur Efendi, Kepala Bappeda Mursyid, Kepala Dinas Kesehatan Taufik Hidayat, Camat Sukodadi Salmet Arifin, Kepala Puskesmas Sumberaji M. Machfud dan Kepala Desa Banjarejo Adam Malik.
“Sebelumnya patut Saya sampaikan apresiasi dan terima kasih, kepada semua pihak yang telah bekerja keras menuntaskan stunting di Lamongan. Karena berkat kerja kera itu, angka di Lamongan pada tahun 2013 sebesar 30 persen, bisa turun menjadi 14,4 persen pada 2018,” kata Fadeli.
Dia menginginkan camat sebagai representasi bupati di wilayah, agar memahami program penuntasan stunting tersebut. “Jangan berhenti pada komitmen. Camat harus paham dan implementasikan dengan benar,” perintahnya.
Sementara Direktur Akademi Gizi Surabaya Andriyanto menekankan pentingnya untuk fokus pada intervensi sensitif, karena berkontribusi 70 persen pada upaya penuntasan stunting. Sementara intervensi spesifik berkontribusi 30 persen.
Dia menjelaskan intervensi sensitif dilakukan pada sektor kesehatan, dan demikian sebaliknya. Intervensi sensitif diantaranya dengan pemberian makanan tambahan, peningkatan daya beli, pendidikan, infrastruktur, ketahanan pangan KB, hingga pengadaan air bersih.
“Yang paling krusial, tentu saja pemberian gizi yang cukup di masa 1.000 hari pertama kehidupan. Karena di periode inilah, otak bisa tumbuh dengan optimal,” jelasnya. jir