•   Rabu, 18 September 2019
Peristiwa Nusantara

Terapkan Sistem Digitalisasi, Diskominfo Gandeng ITS

( words)
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur


Solechan Arif
Wartawan Surabaya Pagi
Dalam menerapkan program cepat, efektif, tanggap, transparan, dan responsif (CETAR), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak menggagas digitalisasi Kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Hal ini dilakukan untuk dapat memantau semua data di Jawa Timur dan memantau kinerja semua organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jatim.

Kepala Diskominfo Jatim, Ardo Sahak telah melakukan rapat dengan Sekda Provinsi Jatim dan Dinas PU Cipta Karya mengenai digitalisasi itu. Pemasangan CCTV untuk memantau pembuang diapers di Sungai Brantas, terutama di Jembatan Karang Pilang juga menjadi bahan pembahasan dalam rapat tersebut. Kerja pemasangan CCTV ini, kata Ardo, ditargetkan tuntas dalam beberapa hari ke depan.
Bagaimana dengan kerja besar mengintegrasikan semua data Jawa Timur dan mengoneksikan semua ruangan Kepala OPD dengan layar besar di ruang kerja Khofifah? Ardo mengatakan, praktiknya tidak sesederhana yang dibayangkan.
"Untuk mewujudkan mimpi Bu Gubernur ini, dibutuhkan infrastruktur. Tentu harus ada perangkat keras seperti monitor yang diinginkan Bu Khofifah, juga kabel fiber dan perangkat keras lainnya. Tapi yang paling utama perangkat lunaknya," ujarnya.
Perangkat lunak (software) itu harus mampu mengintegrasikan semua database yang ada di setiap OPD di Jawa Timur, termasuk mampu untuk menghubungkan semua ruang kerja kepala OPD untuk melakukan video-conference (rapat melalui video).
"Tapi mimpi Bu Khofifah lebih jauh lagi. Beliau ingin melalui layar itu bisa memantau sampai harga cabai di Mojokerto, di Malang, dan daerah lainnya. Ini memang menjadi tantangan bagi kami," ujar Ardo.
Dia mengakui, jumlah SDM dan kapasitas atau kompetensi SDM di Diskominfo memang terbatas. Maka, dia akan menggandeng pihak ketiga untuk mewujudkan keinginan Khofifah. "Kami akan kerja sama dengan teman-teman ITS. Saya sudah kontak Dekan Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi, Pak Agus," katanya.
Saat ini, Diskominfo di bawah kepemimpinan Ardo yang baru menjabat sejak Januari 2019 lalu mulai melakukan perencanaan. Rancangan sistem terintegrasi digital inilah yang nanti akan dia tawarkan kepada Khofifah dan Sekdaprov Jatim.

Dari rancangan itu juga, biaya pembangunan infrastruktur digitalisasi ini bisa diketahui. "Jadi, bukannya saya tidak mau menyebutkan anggaran, karena rancangannya ini baru kami susun. Yang jelas, karena ini keinginan Bu Khofifah, tentu ada anggaran yang disiapkan," ujarnya.

Berita Populer