Tercatat Hasil Operasi Patuh Semeru 2019 Didominasi Pelajar

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Operasi patuh Semeru 2019 telah usai kemarin. Dari hasil evaluasi Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim mencatat, remaja dan pelajar menjadi salah satu banyaknya pelanggaran yang terjadi selama operasi patuh semeru 2019. Sebanyak 56.192 kasus ini meningkat drastis pada tahun 2018 lalu yang hanya 37.513 kasus, jumlah ini meningkat drastis hingga 50 persen kasus yang terjadi selama jalannya operasi patuh.

"Kondisi yang meningkat ini, maka kami menekankan kepada orang tua untuk tidak memperbolehkan anaknya untuk menggunakan sepeda motor karena dapat membahayakan keselamatan remaja kita dari kecelakaan di jalan," ucap Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim Kombes Pol Budi Indra Dermawan, Kamis (12/9/2019).

Tak jarang remaja yang terjaring ini saat pulang dari sekolah atau bahkan berangkat kesekolah.

"Ini memang sangat miris mengingat, usia mereka merupakan usia produktif," ucapnya.
Pamen dengan tiga melati dipundak ini menjelaskan, selama ini polisi melakukan langkah sosialisasi di sekolah untuk mengingatkan remaja yang tengah menimba ilmu di SMP maupun SMA untuk tidak menggunakan sepeda motor.

"Apa lagi mereka masih belum memiliki SIM untuk menggendarai sepeda motor," ucapnya.

Sedangkan pelanggar tidak menggunakan helm masih cukup tinggi mencapai 33.573 kasus dari tahun 2018 lalu yang hanya 31.940 kasus.

"Tak jarang masyarakat memilih tidak menggunakan helm saat berpergian dengan alasan jarak yang dekat tapi kondisi ini sangat membahayakan," ujar mantan Dirlantas Polda NTB.

Budi menjelaskan jika melawan arus juga masuk tiga terbesar pelanggaran yang terjadi pada operasi patuh semeru. Polisi mencatat ada 27.522 kasus yang terjadi pada operasi Patuh 2019, jumlah ini meningkat 72 persen yang mencapai 15.986 kasus.

"Kami akan terus melakukan tindakan untuk mengurangi pelanggaran yang terjadi," ucapnya.

Sedangkan untuk kasus penggunaan HP di jalan mencapai 2.693 kasus yang naik lima persen dari tahun 2018 mencapai 2.565 kasus. Sementara itu kasus pengaruh alkohol menurun, yang hanya 17 kasus sedangkan pada tahun 2018 mencapai 74 kasus.
Melampaui batas kecepatan yang hanya 1.507 kasus sedangkan pada tahun 2018 yang hanya 211 kasus. Sedangkan penggunaan safety belt hanya 6.722 kasus sedangkan pada tahun 2018 hanya 6.141 kasus. Sementara itu penggunaan lampu rotator mencapai 24 kasus sedangkan pada tahun 2018 hanya 1 kasus.nt